Breaking News:

Pilpres 2019

Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye, TKN Jokowi : Lapor ke Sosmed ? Ke Bawaslu Bos

Jawaban yang diurai Said Didu itu rupanya membuat TKN Jokowi - Maruf Amin tak puas.

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
Youtube channel Najwa Shihab
Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye, TKN Jokowi : Lapor ke Sosmed ? ke Bawaslu Bos 

Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye, TKN Jokowi : Lapor ke Sosmed ? ke Bawaslu Bos

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dewan pakar Badan Pemenangan Nasinonal Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Muhammad Said Didu mengaku punya bukti terkait dugaan BUMN menjadi alat kampanye pemerintahan.

Bahkan secara jelas, Said Didu mengatakan dirinya punya bukti berupa laporan rapat BUMN tersebut.

Hal tersebut seolah jadi penguat tudingan yang pernah Said Didu sampaikan berkenaan dengan peran BUMN dalam kampanye.

Dilansir dari Tribunnews.com, Said Didu menduga bahwa BUMN saat ini sedang menjadi sapi perah untuk keperluan kampanye Pilpres 2019.

Ia lantas meminta Menteri dan pejabat BUMN untuk tidak menjadikan BUMN layaknya partai politik yang mengadakan kampanye terselubung.

"Mohon kepada Menteri dan pejabat @KemenBUMN agar tdk menjadikan @KemenBUMN bagaikan parpol yg mengkoordinir BUMN utk melakukan kegiatan politik terselubung serta tdk menjadikan BUMN sbg sponsor kegiatan politik terselubung oleh pihak lain.

Jangan demi ambisi kalian merusak BUMN," ujarnya.

Sahabat Mahfud MD itu juga menyebutkan sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMN dan dianggapnya sebagai bentuk kampanye terselubung.

Mulai dari perayaan ulang tahun BUMN hingga pembagian sembako.

"Kegiatan kampanye terselubung yg dilakukan @KemenBUMN bersama BUMN al :

1) perayaan ulang tahun @KemenBUMN dan BUMN yg dimajukan,

2) millenial BUMN,

3) BUMN goes to Campus,

4) pembagian sembako,

5) sponsorship kegiatan pengumpulan massa dan kegiatan pemerintah," tulisnya.

Video Maruf Amin Bicarakan BTP Beredar, Fahri Hamzah Minta Polri Cek, Hanum Rais : Ahok Saudara Kita

Bupati Bogor Ade Yasin Pagi Ini Akan Rapat Evaluasi Persiapan Pemilu 2019 Di Pendopo

Seolah mengetahui tudingan tersebut, Najwa Shihab pun melalui program Mata Najwa menanyakan hal tersebut kepada Said Didu.

Mendengar pertanyaan terkait bukti soal tudingan kepada BUMN tersebut, Said Didu pun kembali menyampaikan keresahannya.

"Apakah ada bukti spesifik ketika mengatakan kecurangan dan sebagainya ?" tanya Najwa Shihab.

"Ini baru kali ini, saya paham BUMN betul-betul. Masa BUMN harus ulang tahun sepanjang tahun. Dan mungkin satu BUMN harus dua kali, tahun Masehi dan tahun Kabisat.

Disuruh ulang tahun dan menyebarkan CSR sembako itu (ke) daerah-daerah. Bayangkan, BUMN Sumatera harus membagi sembako di Jawa Barat dalam rangka ulang tahun. Menurut saya seluruh instrumen dipake," imbuh Said Didu.

Lebih lanjut, Said Didu pun meminta kepada khalayak untuk menyelamatkan demokrasi.

Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye
Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye (Youtube channel Najwa Shihab)

Sebab menurutnya, institusi seperti BUMN tidak pantas digunakan sebagai alat penguasa dalam berkampanye.

"Mari selamatkan demokrasi, jangan aparat diturunkan, jangan BUMN diturunkan hanya untuk penguasa," sambung Said Didu.

Mendengar tudingan tersebut, Arya Sinulingga Juru Bicara TKN Jokowi - Maruf Amin pun turut menanggapinya.

Nana Akhirnya Buka Suara soal Alasan Kenapa Bohongi Bella Luna : Dulu Pernah Jujur Tapi Ditinggal

5 Bahan Alami Ini Ternyata Ampuh Usir Nyamuk, Ada yang Biasa Digunakan untuk Memasak

Menurutnya, tim BPN Prabowo-Sandi termasuk Said Didu hanya sedang membuat pernyataan yang menunjukkan kepanikan.

Sebab menurutnya, BPN nyatanya tahu bahwa kubu mereka akan kalah dengan Jokowi - Maruf Amin bahkan hingga 20%.

"Hampir semua tokoh-tokoh BPN ini tahu kekalahan mereka sampai 20%. Sehingga kekalahan ini membuat mereka semua mengatakan bahwa kami kalah karena ada kecurangan," ucap Arya Sinulingga.

Menimpali pernyataan Arya Sinulingga, Influencer TKN Jokowi-Maruf Amin, Budiman Sudjatmiko pun menambahinya.

Menurutnya, Said Didu dipersilahkan untuk membongkar tudingan tersebut jika memang dugaannya benar.

Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye, TKN Jokowi : Lapor ke Sosmed ? ke Bawaslu Bos
Said Didu Akui Punya Bukti BUMN Jadi Alat Kampanye, TKN Jokowi : Lapor ke Sosmed ? ke Bawaslu Bos (Youtube channel Najwa Shihab)

Namun menurut sepengetahuan Budiman Sudjatmiko, Jokowi dan tim selalu menggunakan dana yang 'bersih' ketika dalam masa kampanye.

Hal itu juga turut disaksikan Budiman Sudjatmiko sejak menjadi tim Jokowi di tahun 2014 hingga 2019.

Bahkan, sambil bersuara lantang, Budiman Sudjatmiko pun berujar dirinya dan tim selalu menggunakan dana biaya sendiri ketika berkampanye untuk Jokowi di luar negeri.

"Pertama kalau bang Said Didu mengatakan demikian silahkan bongkar. Enggak ada masalah. Ingat ya, Pak Joko Widodo adalah, saya pernah ada di dua tim di 2014 dan 2019.

Dan Anda tahu apa yang kami rasakan ? Kami secara finansial jauh lebih berat daripada tahun 2014. Saya, berkali-kali kampanye ke luar negeri kita biaya sendiri. Kami pernah bicara dengan pak Jokowi, ini pengalaman langsung," imbuh Budiman Sudjatmiko.

Akun Ferdinand Hutahaean Diretas, Sandiaga Uno Minta Stop Kampanye Kotor

Lebih lanjut, Budiman Sudjatmiko pun kembali menegaskan tudingan yang secara tersirat mengarah kepada Jokowi itu.

"Pak Joko Widodo tidak pernah memberikan 'KTBC' (?) atau apapun untuk menggunakan dana apapun. Kami self financing," pungkas Budiman Sudjatmiko.

Mendengar pembelaan yang disampaikan TKN Jokowi, Said Didu pun tersenyum.

Ia lantas menyebut bahwa tudingan yang ia lontarkan itu sesungguhnya telah memiliki data yang lengkap.

Mengetahui pengakuan Said Didu, TKN Jokowi pun langsung bereaksi keras.

Mereka mempersilahkan Said Didu untuk melapor ke Bawaslu jika memang kecurangan yang dilakukan melalui BUMN itu benar adanya.

"Faktanya, ideal sekali kata-kata Budiman. Kayak bahas bola. Tapi faktanya, Anda mengatakan Anda sudah menang, ngapain nyuruh BUMN menyalurkan ke daerah-daerah. Saya punya datanya per kecamatan," balas Said Didu.

"Laporkan aja bos !" imbuh Arya Sinulingga.

"Standar itu !" timpal Said Didu.

"Loh, jadi mau dibawa kemana bos ? bawa ke sosmed ? Lapor, bawa ke Bawaslu bos ! Kenapa lapor ke Sosmed ?" ungkap Arya Sinulingga.

TKN Jokowi tanggapi pernyataan Said Didu yang mengaku punya bukti BUMN jadi alat kampanye
TKN Jokowi tanggapi pernyataan Said Didu yang mengaku punya bukti BUMN jadi alat kampanye (Youtube channel Najwa Shihab)

Desakan yang diucap TKN Jokowi itu pun turut memantik rasa penasaran Najwa Shihab.

Ia pun langsung bertanya apakah Said Didu akan melaporkan dugaan kecurangan terkait BUMN itu segera atau tidak.

"Apakah ( Said Didu) akan melaporkan ? Pak Said Didu, bukti yang Anda miliki ?" tanya Najwa Shihab.

Mendengar pertanyaan itu, Said Didu pun lantas menjawabnya dengan segera.

Ia mengaku sedang menunggu laporan lengkap terkait tudingan BUMN menjadi alat kampanye tersebut.

Ia pun berjanji akan melaporkannya jika semua bukti sudah lengkap.

"Saya sedang, saya lagi nunggu laporan semua, kita akan laporkan," ucap Said Didu.

Jawaban yang diurai Said Didu itu rupanya membuat TKN Jokowi - Maruf Amin tak puas.

Ia lantas balik menuding Said Didu sedang mengumbar dusta.

"Loh katanya ada bukti, sekarang Anda mengatakan akan cari bukti lagi. Berarti ini dusta !" pungkas TKN Jokowi - Maruf Amin.

Tak ingin tudingannya jatuh begitu saja, Said Didu pun kembali menimpali pernyataan TKN Jokowi.

"Saya punya bukti laporan rapat. Rapat kementerian BUMN tanggal 7 di Sidoarjo, ulang tahun besar-besaran. Kecamatan di Ciamis, di Garut, semua di bagi-bagi. Termasuk kemarin di Garut BNI bagi-bagi," balas Said Didu.

"Laporkan aja ini, fitnah ini, laporkan ke Bawaslu !" ujar TKN Jokowi - Maruf Amin.

"Kan udah yakin menang, kenapa musti nyogok-nyogok ke rakyat ?" tanya Said Didu menutup diskusi.

Tonton tayangan lengkapnya :

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved