Suami Istri Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Drum Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Minta Keringanan

Di hadapan Majelis Hakim, Nurhadi juga diberi waktu untuk memberikan tambahan dari nota pembelaan tersebut.

Suami Istri Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Drum Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Minta Keringanan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
pelaku pembunuhan Dufi setelah melakukan rekontruksi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sidang pledoi atau nota pembelaan kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi digelar di Pengadilan Negeri Cibinong, Selasa (9/4/2019).

Dalam sidang yang berlangsung sekitar 12 menit tersebut, nota pembelaan dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa Muhammad Nurhadi yang merupakan pelaku utama pembunuhan tersebut.

Ada beberapa poin pembelaan yang dibacakan dam diharapkan jadi pertimbangan Majelis Hakim.

Di antaranya adalah terdakwa merasa sangat menyesal atas perbuatannya, terdakwa belum pernah melakukan tindak pidana sebelumnya, terdakwa selalu berlaku sopan sejak proses penyidikan sampai persidangan, terdakwa tak pernah menghambat proses penyidikan maupun persidangan dan terdakwa mengakui secara terus terang dan tidak berbelit terkait perbuatannya.

Disebutkan, dari poin-poin pertimbangan tersebut pihak terdakwa melalui kuasa hukum meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan seringan-ringannya kepada terdakwa Nurhadi dan juga pelaku lain yakni Sari Murniasih dan Dasep.

Di hadapan Majelis Hakim, Nurhadi juga diberi waktu untuk memberikan tambahan dari nota pembelaan tersebut.

Sambil menitikan air mata, Nurhadi mengaku menyesali perbuatannya.

"Pertama yang ingin saya sampaikan, permohonan maaf saya kepada keluarga almarhum Dufi. Saya menyesali perbuatan saya," kata Nurhadi sambil terisak.

Nurhadi juga meminta kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan keringanan hukuman yang akan diterimanya nanti.

Dalam sidang ini, jaksa penuntut umum kepada majelis hakim mengaku tetap pada tuntutannya.

Rencananga sidang selanjutnya yakni agenda sidang putusan akan digelar pada tanggal 23 April 2019.

Diberitakan sebelumnya, dua dari tiga terdakwa kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum dalam Sidang Tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Cibinong.

Dua terdakwa tersebut adalah Muhammad Nurhadi dan sang istri, Sari Murniasih dengan hal yang memberatkan adalah perannya sebagai eksekutor.

Sementara terdakwa ketiga yakni Dasep alias Yudi yang berperan membantu dituntut kurungan 15 tahun atas kasus pembunuhan dengan mayat korban dimasukan ke dalam drum biru tersebut.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved