Namanya Disebut dalam Sidang Kasus Meikarta, Ridwan Kamil : Saya Masih Wali Kota Bandung

Sebab Itu, Emil menegaskan tak pernah ada pertemuan dengan pihak Kabupaten Bekasi soal pembahasan perizinan Meikarta.

Namanya Disebut dalam Sidang Kasus Meikarta, Ridwan Kamil : Saya Masih Wali Kota Bandung
Kompas.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (20/3/2019).(KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menegaskan tak ikut campur tangan dalam proses perizinan proyek Meikarta.

Sebab, saat proses izin berlangsung statusnya masih sebagai Wali Kota Bandung.

Hal itu dikatakannya untuk menjawab pernyataan terdakwa Neneng Rahmi Nurlaili (45), yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, dalam sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta yang menyeret namanya.

Sidang Neneng Rahmi Nurlaili digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan Martadinata, Bandung, Rabu (10/4/2019).

"Jadi saya kalau terkait Meikarta, semua di luar proyek Meikarta secara pribadi tidak ada sangkut pautnya sebelum saya dilantik. Karena posisi saya sebelumnya wali kota Bandung," ucap ujar Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (11/4/2019).

Sebab Itu, Emil menegaskan tak pernah ada pertemuan dengan pihak Kabupaten Bekasi soal pembahasan perizinan Meikarta.

"Kemarin pun disebut hanya keterangan menceritakan bahwa ada niat dari dinas tata ruang kabupaten Bekasi ingin berkonsultasi. Tapi karena situasinya tak memungkinkan maka saya menahan diri menyerahkan kepada dinas tata ruang dan Pak Sekda," kata Emil.

Emil menuturkan, sewaktu menjabat sebagai Gubernur pun ia tak menyentuh persoalan Meikarta lantaran masih berperkara di pengadilan.

Apalagi, sebelumnya KPK mengingatkannya untuk tak mengurusi Meikarta selama proses hukum berlangsung.

"Termasuk saya sangat taat hukum terhadap arahan KPK untuk tidak mendiskusikan apapun terkait dengan Meikarta. Karena tanpa ada kepastian kita tak bisa melakukan langkah yang lebih pasti," paparnya.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved