Pilpres 2019

Debat Kelima Pilpres 2019 : Ma'ruf Amin Akan Kembangkan Dewi dan Dedi

Tak hanya itu, Ma'ruf mengatakan dalam 5 tahun jika dirinya menjabat akan berupaya agar perempuan tidak hanya bergelut di bidang ekonomi

Debat Kelima Pilpres 2019 : Ma'ruf Amin Akan Kembangkan Dewi dan Dedi
Kompas.com
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (kanan) dan KH Maruf Amin saat mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam. Debat terakhir itu mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan akan mengembangkan desa-desa menjadi desa wisata dan desa digital yang disebut "dewi" dan "dedi".

Pengembangan desa tersebut dilakukan untuk pengembangan pengarus utamaan kesetaraan gender yang selama ini telah dilakukan pemerintah dalam bentuk penyaluran kredit Usaha Mikro dan Bank Wakaf Mikro.

"Saya tahu persis bahwasannya nasabah (UMI dan bank wakaf mikro) 100 persen perempuan. Dan ini upaya pemberdayaan bahkan sudah beribu ibu-ibu merasa tertolong dan mereka merasa bangga," ujar Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

"Oleh karena itu upaya ini akan terus kami bangun dan kami kembangkan dan di desa-desa ami akan menciptaan namanya dewi-dewi dan dedi-dedi, dewi itu desa wisata dan dedi adalah desa digital," ujar dia.

Tak hanya itu, Ma'ruf mengatakan dalam 5 tahun jika dirinya menjabat akan berupaya agar perempuan tidak hanya bergelut di bidang ekonomi tetapi juga menduduki posisi-posisi di pemerintahan.

Sementara Calon Presiden nomor urut 01 mengatakan, pemerintah telah mengembangkan program Mekaar melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meningkatkan perekonomian perempuan.

"Dalam 4 tahun ini nasabah Mekaar sudah 4,3 juta, targetnya bisa 10 juta nasabahyang terdiri dari pedagang asongan, bakso, dan sebagainya," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ma'ruf Amin Akan Kembangkan "Dewi" dan "Dedi""

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved