Pemilu 2019

Bawaslu Minta Partisipasi Masyarakat untuk Bantu Jaga TPS

Tim Asistensi Bidang Hukum Bawaslu, Bachtiar Baital mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendirian untuk menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

Bawaslu Minta Partisipasi Masyarakat untuk Bantu Jaga TPS
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Ilustrasi tata cara mencoblos pada Pemilu 2019 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta mayarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga tempat pemungutan suara (TPS).

Tim Asistensi Bidang Hukum Bawaslu, Bachtiar Baital mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendirian untuk menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

"Berbicara dalam konteks tema kali ini AyoJagaTPS sangat bagus, ini salah satu kegiatan para anak muda ikut partisipasi untuk mengawal Pemilu," kata Baital dalam diskusi santai dengan tema AyoJagaTPS Untuk Pemilu Damai di Citywalk Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya kehadiran sejumlah elemen masyarakat, salah satunya yang tergabung dalam AyoJagaTPS sangat membantu dalam menciptakan pemilu damai.

Ia berharap dengan adanya gerakan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS.

"Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan elemen-elemen yang kritis. Seperti teman-teman AyoJagaTPS itu yang menjadi poin kita," katanya.

Gerakan AyoJagaTPS digaungkan elemen anak muda untuk mencegah potensi kecurangan di TPS.

Apalagi belakangan muncul temuan adanya TPS yang sudah tercoblos di Malaysia.

Menurut Co Founder AyoJagaTPS, James Falahudin, saat ini tidak ada cara lain kecuali masyarakat harus bergerak bersama demi memastikan skandal serupa tidak terjadi pada hari H pencoblosan 17 April mendatang.

"Pemilu kita jangan sampai dinodai oleh kecurangan demi sebuah Jabatan. 17 April 2019 sebentar lagi, momen yang ditunggu-tunggu ratusan juta rakyat Indonesia bahkan dunia untuk melihat perubahan besar," kata James dilokasi yang sama.

"Kita tidak ingin kejadian di Malaysia terulang lagi," sambungnya.

Karena itu, kata James pihaknya membuat gerakan moral #AyoJagaTPS, yaitu sebuah gerakan menjaga TPS di rumah masing-masing dari potensi kecurangan, seperti kasus Iwan Bopeng" dan penghilangan maupun penggelembungan suara kedua kandidat Capres dan Cawapres, Jolowi-Ma"ruf dan Prabowo-Sandi.

Dikatakan James, dari total TPS di Indonesia yang berjumlah 810.329 TPS, saat ini relawan dan masyarakat yang bergabung mencapai 107 ribu pendownload.

"Alhamdulillah, kita sudah ada di 9.847 TPS yang tersebar di 34 Provinsi," katanya.

(Tribunnews, Taufik Ismail)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved