Breaking News:

Pilpres 2019

Alasan Abu Bakar Baasyir Memilih Golput Pada Pemilu 2019

Ia menegaskan, keputusan tidak memilih alias golput adalah hak setiap warga negara, maka hak tersebut harus dilindungi oleh pihak Lapas.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir keluar dari ruang pemeriksaan Rumah Sakit Mata Aini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/2/2012). Terpidana perkara terorisme ini menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Aini dan rencananya akan menjalani operasi pada mata kanannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anak terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, Abdurrahim Ba'asyir mengatakan, alasan sang ayah tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada Pemilu 2019 karena petugas Lapas tidak memberikan informasi tentang tata cara memperoleh surat keterangan (suket) dan formulir A5.

"Mungkin karena petugas tidak memberikan pencerahan soal itu dan tampaknya beliau juga pasif dan tidak tahu," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/4/2019).

Menurut Abdurrahim, sejatinya Abu Bakar Baasyir memilik hak memilih karena ia sebagai warga negara Indonesia (WNI), meskipun sang ayah tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejak awal ditangkap.

"Seharusnya beliau tetap dapat hak pilih. Soal KTP bukan alasan, beliau tetap WNI maka tetap punya hak pilih," ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan tidak memilih alias golput adalah hak setiap warga negara, maka hak tersebut harus dilindungi oleh pihak Lapas.

"Ya Itu haknya beliau mau gunakan hak pilihnya atau tidak yang penting kewajiban pihak lapas harus memfasilitasi dulu," tegasnya Kepala Lapas Gunung Sindur, Sopiana mengatakan belum bisa memberikan keterangan alasan Abu Bakar Ba'asyir memilih golput.

Pasalnya, pihak Lapas telah memasukan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas III Gunung Sindur ke daftar pemilih sementara (DPS), termasuk Ba'asyir.

"Seluruh WBP di Lapas kami kirimkan DPS-nya walaupun ada informasi beliau tidak mau memilih, tapi kan hari H nya kita enggak tau takutnya beliau berubah (ikut memilih)," katanya.

Terkait suket serta form A5 untuk Abu Bakar Basyir, pihaknya sudah memberikan informasi ke seluruh warga binaan.

"Iya memang keluarga tidak dikasih tahu, tetapi kan ketika penetapan DPT seluruh warga binaan yang ada di sini dilakukan perekaman ketika terdaftar di daerah di domisilinya. Otomatis dia jadi DPT di Gunung Sindur," terangnya.

Dari total 178 napi teroris di Rutan Gunung Sindur, 112 napi di antaranya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Abu Bakar Ba'asyir Golput Pada Pemilu 2019"
Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan
Editor : David Oliver Purba

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved