Pilpres 2019

55 Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Terdaftar di DPT, KPU Siapkan Dua Alternatif Bila Ingin Nyoblos

Samsudin menjelaskan, pihaknya menyediakan dua alternatif pilihan bagi pasien ODGJ yang ingin mencoblos.

55 Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Terdaftar di DPT, KPU Siapkan Dua Alternatif Bila Ingin Nyoblos
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
TPS 5 yang berlokasi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (27/6/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor mencatat, sebanyak 55 pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Bogor, Jawa Barat, dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

Ketua KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, para pasien yang diperbolehkan untuk mencoblos itu telah mendapatkan surat rekomendasi dari dokter.

Para pasien ODGJ ini, sambung Samsudin, masuk ke daftar pemilih tetap tambahan atau DPTb.

"Kami telah melakukan verifikasi data dan mendapat rekomendasi dokter. Ada 55 pasien ODGJ yang bisa mencoblos besok," kata Samsudin saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Samsudin menjelaskan, pihaknya menyediakan dua alternatif pilihan bagi pasien ODGJ yang ingin mencoblos.

Alternatif pertama, petugas TPS yang berada di sekitar rumah sakit akan mendatangi si pasien.

Alternatif kedua, sebut Samsudin, si pasien diperbolehkan mendatangi lokasi TPS yang berada di sekitar rumah sakit dengan catatan telah mendapat rekomendasi.

"Jadi, Ini tergantung kondisi si pasiennya. Bila mereka direkomendasi dan boleh ke TPS, mereka datang ditemani perawat. Bila tidak memungkinkan, petugas KPPS didampingi saksi akan mendatangi mereka,” tutur Samsudin.

Sementara itu, Direktur Utama RS Marzuki Mahdi Bambang Eko Sunaryanto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk pelaksanaan pencoblosan esok hari.

Bambang menyebut, sejauh ini, pihak rumah sakit masih terus mendata pasien ODGJ yang direkomendasikan dapat mencoblos.

Kata Bambang, jumlah pasien ODGJ yang dirawat di RS Marzuki Mahdi berada di angka 250-an.

Dari angka tersebut, sekitar 200 pasien masuk ke kategori stabil kejiwaannya, sementara sisanya masuk kategori akut.

"Ini kan masih kita data terus, karena diberi kesempatan sampai besok untuk menunjukkan KTP pasien. Kita juga siapkan perawat untuk membantu pelaksanaan besok," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "55 Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Siap Mencoblos Besok"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved