Pilpres 2019

Jangan Coba-coba Selfie atau Foto Surat Suara di Bilik Suara TPS, Ini Sanksinya

Nantinya jika ditemukan ataupun terbukti melakukan itu maka akan diproses oleh Badan Pengawas Pemilu.

Jangan Coba-coba Selfie atau Foto Surat Suara di Bilik Suara TPS, Ini Sanksinya
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas KPU saat menunjukkan contoh surat suara pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Pemilu 2019 akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilihan legislatif digelar serentak dengan pemilihan presiden. Maka itu pemilih akan menentang lima kertas suara termasuk mencoblos anggota DPR, DPRD, hingga presiden dan wakil presiden. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 akan berlangsung besok 17 April 2019.

Sejumlah aturan pun sudah diterapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan Undang-undang tentang Pemilihan Umum.

Satu diantara aturan tersebut adalah pemilik hak suara tidak boleh membawa kamera.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor Samsudin menerangkat bahwa selain itu pemilik hak suara juga tidak boleh mengabadikan hasil pilihannya

"Kalau di bilik suara itu jangankan mengabadikan membawa kamera saja tidak bolehn itu ada di Pkpu 2019," katanya.

Nantinya jika ditemukan ataupun terbukti melakukan itu maka akan diproses oleh Badan Pengawas Pemilu.

"Pemilih dilarang mendokumentasikan pilihannya didalam bilik suara sebagaimana diatur dalam pasal 41," ucapnya.

Sementara itu dari penelusuran TribunnewsBogor.com di website rumahpemilu Pada saat pencoblosan, setiap pemilih dilarang memengaruhi pemilih untuk golput atau memilih calon tertentu dengan menjanjikan sesuatu. Itu diatur pada pasal 515 UU Nomor 7 Tahun 2017.

Dendanya pun tidak main main yakni sebesar Rp 36 juta.

'Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada Pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih Peserta Pemilu tertentu atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah)'

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved