Pilpres 2019

Jokowi Effect - IHSG & Rupiah Diprediksi Terus Menguat Pasca Pemilu 2019

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, salah satu naiknya IHSG dan nilai tukar rupiah karena adanya "Jokowi Effect".

Jokowi Effect - IHSG & Rupiah Diprediksi Terus Menguat Pasca Pemilu 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dalam hasil hitung cepat Pilpres berbagai lembaga survei, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin unggul di atas rivalnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pasar kemudian merespon hal tersebut dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG), satu hari pasca Pemilu.

IHSG menguat 51,2 poin ke posisi 6,532,741 atau naik 0,79 persen.

Bahkan, sehari sebelum Pemilu, pada Selasa (16/4/2019), IHSG ditutup menguat 46,39 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.481,54.

Dalam seminggu terakhir, IHSG pun menguat 0,67 persen.

Selain itu, kurs rupiah pun menguat ke level Rp 14.000 pada hari ini.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, salah satu naiknya IHSG dan nilai tukar rupiah karena adanya "Jokowi Effect".

 "Saham keranjang Pak Jokowi menguat merespon hasil quick count," ujar Hans kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Tak hanya satu hasil hitung cepat, bahkan 9 lembaga survei menghitung bahwa pasangan nomor urut 01 lebih unggul dengan perbandingan 54 persen untuk Jokowi-Maruf dan 45 persen untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia yakin hasilnya tak akan jauh beda dengan hasil real count nantinya oleh Komisi Pemilihan Umum.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved