Pemilu 2019

KPU Akan Atur Mekanisme dan Kisaran Santunan untuk Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia

KPU akan lebih dulu melihat apakah gugurnya yang bersangkutan sedang dalam menjalankan tugas atau diluar itu

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com
Arief Budiman, Ketua KPU Republik Indonesia, saat kunjungan ke Kantor KPUD Kota Bogor, Minggu (4/3/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Ketua KPU RI Arief Budiman akan segera mengatur mekanisme serta besaran santunan kepada para penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di hari pencoblosan, Rabu (17/4) kemarin.

Sebelum itu, KPU akan lebih dulu melihat apakah gugurnya yang bersangkutan sedang dalam menjalankan tugas atau diluar itu.

"Malam ini kita lihat berapa banyak yang meninggal, berapa banyak yang kecelakaan sebabnya apa, ketika menjalankan tugas atau ketika sedang tidak menjalankan tugas," kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019) malam.

"Termasuk nanti kita ngatur mekanisme dan kisarannya," imbuh dia.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menyebut jajaran KPU yang tersebar di seluruh Indonesia akan gotong royong secara bersama-sama mengumpulkan uang santunan membantu para penyelenggara Pemilu yang gugur saat dan usai menjalankan tugasnya.

"KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," ungkap Wahyu saat dihubungi, Minggu, (21/4/2019).

Hal itu dilakukan sebagai upaya pengganti, lantaran para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sejatinya memang belum dilindungi fasilitas asuransi kesehatan.

Dirinya secara pribadi juga sangat prihatin dan turut berduka cita atas peristiwa gugurnya penyelenggara Pemilu di tengah tugasnya.

Setidaknya, ada sekitar 30 orang petugas KPPS meninggal dunia karena kelelahan dan penyakit yang diderita.

Adapun kejadian ini tersebar di beberapa provinsi, seperti Jawa Barat, 10 petugas.

Di TPS 1 Cipandak, Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Somantri (51) meninggal dunia.

Kemudian masih di provinsi yang sama, dua ketua KPPS di Kabupaten Bogor meninggal karena kelelahan.

Berpindah ke Jawa Timur, sembilan petugas mengembuskan nafas terakhirnya. Mereka yakni 5 petugas KPPS, 2 petugas PPS, 1 petugas linmas, dan 1 petugas pembantu KPU.

Sedangkan di wilayah Jawa Tengah, ada 8 KPPS dan petugas TPS yang meninggal dunia. Mereka tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Rembang.

(Tribunnews.com, Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved