Breaking News:

Pilpres 2019

Singgung Rebutan Jabatan Presiden, Nasihat Alissa Wahid dari Gus Dur: Setinggi Apa Sih Presiden Itu?

Alissa Wahid melampirkan video pernyataan sang ayah, Gus Dur yang menyinggung perihal rebutan jabatan residen di Pilpres 2019

Penulis: Uyun
Editor: Yudhi Maulana Aditama
KOMPAS TV
Capres 02, Prabowo Subianto dan capres 01 Jokowi di debat Pilpres 2019 kelima, Sabtu (13/4/2019) 

Menurut Prabowo Subianto, dirinya sudah yakin dengan hasil Real Count yang didapatkan dari hasil survei data internal yang menyebutkan bahwa ia dan Sandiaga Uno memperoleh suara 62%.

"Ini berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan Real Count dan C1," tambahnya.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi Amien Rais menyampaikan pidato politiknya di hadapan para pendukungnya dalam acara Syukuran Kemenangan Indonesia di Kartanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Pada pidatonya Prabowo meminta kepada para pendukungnya untuk ikut menjaga formulir C1 di setiap kecamatan. Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi Amien Rais menyampaikan pidato politiknya di hadapan para pendukungnya dalam acara Syukuran Kemenangan Indonesia di Kartanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Pada pidatonya Prabowo meminta kepada para pendukungnya untuk ikut menjaga formulir C1 di setiap kecamatan. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Menanggapi hal tersebut, putri mantan Presiden RI ke-4 Alissa Wahid menyinggung lewat sebuah video yang berisikan ucapan Gus Dur.

Gus Dur saat itu menyinggung mengapa semua orang berebut jabatan menjadi Presiden.

Lantas Gus Dur pun bertanya memangnya seberapa besar dan banyak gaji seorang Presiden di Indonesia ini.

"Cuma saya pikir lah iya, jabatan negara ini setinggi apa sih presiden itu? kok sampai harus meneteskan darah manusia.

Tapi kalau mengenai prinsip, mengenai alasan berdirinya negara, mengenai bentuk negara dan sebagainya masih mati saya lakukan. Loh gitu.

Ini ya orang NU, ulama ya begini caranya," ujar Gus Dur yang dilansir dari video Info Nusia, Minggu (21/4/2019).

"Tapi saya berpikir, apa sih tingginya jabatan Presiden itu, kok sampai harus meneteskan darah manusia Indonesia?!" - #Gusdur," tulis Alissa Wahid mengutip ucapan Gus Dur.
Alissa Wahid unggah video Gus Dur untuk menyinggung soal rebutan jabatan jadi presiden
Alissa Wahid unggah video Gus Dur untuk menyinggung soal rebutan jabatan jadi Presiden (Twitter Alissa Wahid)

Kemudian, Alissa Wahid pun merefleksikannya ke dalam kejadian Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 ini.

Ia mengaku rindu dengan Gus Dur, karena ucapannya menurut Alissa Wahid patut dijadikan teladan.

"Dalam situasi kini, saat orang berebut jabatan, betapa saya rindu Bapak. Terimakasih Pak, telah meneladankan," tulis Alissa Wahid.

Lantas sebenarnya berapa gaji seorang Presiden RI?

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Bey Machmudin via Kompas, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Pers dan Informasi Presiden, besarnya nominal gaji Presiden dan wakilnya telah diatur oleh undang-undang negara.

Berdasarkan UU nomor 7 tahun 1978 tentang hak keuangan atau Administratif, Presiden dan Wakil Wresiden akan menerima gaji sesuai nominal yang sudah diatur oleh negara.

Dalam arti, gaji yang akan diterima Presiden dan wakilnya akan meliputi gaji pokok dan tunjangan operasional lain-lain selama masa jabatan.

Mari kita bahas perolehan gaji Presiden saat ini, yakni Jokowi, yang telah diatur oleh undang-undang negara Indonesia.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. (ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)
Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. (ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A) (Kompas.com/ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)

Selama aktif menjabat sebagai Presiden, gaji pokok yang akan diterima adalah sebesar Rp 62,740 juta per bulan.

Bila ditambah dengan tunjangan dana operasional sebesar Rp 166 juta, maka gaji yang diterima seorang Presiden per bulannya bila mencapai Rp 229 juta.

Jika diakumulasikan selama setahun dengan tambahan dana operasional ini-itu, maka secara kasar gaji yang diterima Presiden Indonesia per tahunnya bisa capai angka Rp 752 juta lebih.

Meskipun sebelumnya sempat ada wacana gaji presiden akan naik menjadi Rp 553 juta, kabar itu ditepis oleh menteri keuangan Sri Mulyani.

Gaji Jokowi sebagai Presiden ini pun diketahui tidak mengalami kenaikan sejak era SBY. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved