Ketua TPS Meninggal Dunia, Sang Keluarga Minta Pilpres dan Pileg Tahun Depan Dipisah

Menurut Jusuf Kalla, digabungnya pileg dan pilpres membuat pekerjaan petugas KPPS dan polisi menjadi lebih berat.

Ketua TPS Meninggal Dunia, Sang Keluarga Minta Pilpres dan Pileg Tahun Depan Dipisah
(KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
ILUSTRASI - Jenazah anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur. Meninggal diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keluarga Rudi Mulia Prabowo, ketua TPS 009 Pisangan Baru yang meninggal dunia akibat kelelahan, meminta kebijakan pemilu serentak tidak dilanjutkan.

Nunik, adik ipar Rudi, berpendapat, pemilu serentak menyebabkan petugas TPS kelelahan hingga membuat banyaknya petugas yang jatuh sakit bahkan meninggal dunia.

"Pemilu ke depan semoga lebih fleksibel, jika dicampur kayak begini presiden, DPR, DPD, dan DPRD, itu banyak sekali. Pasti memerlukan waktu banyak," kata Nunik selesai menghadiri pemakaman Rudi di TPU Prumpung, Selasa (23/4/2019).

Nunik menilai, penghitungan suara dalam pemilu serentak jauh lebih lama dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

Sebab, surat suara yang dihitung jumlahnya jauh lebih banyak.

UPDATE Siang Ini 12.00 WIB Real Count Pilpres Versi KPU : Jokowi-Maruf 55.11% , Prabowo-Sandi 44.89%

Anies Baswedan Bantah Hentikan Kebijakan PBB Gratis

Nunik mengatakan, kakak iparnya itu sudah sering menjadi anggota KPPS, tetapi baru kali ini jatuh sakit hingga meninggal dunia akibat kelelahan dalam proses pemungutan dan perhitungan suara.

Usul Nunik tersebut serupa dengan yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, digabungnya pileg dan pilpres membuat pekerjaan petugas KPPS dan polisi menjadi lebih berat.

Hal ini karena waktu penghitungan menjadi lebih panjang dan distribusi logistik menjadi lebih banyak.

"Itulah yang kita khawatirkan sejak awal. Bahwa ini pemilu yang terrumit, ternyata ada korbannya baik di kalangan KPPS, juga di kepolisian ada korban," ujar Kalla di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Hingga Selasa pagi, KPU RI mencatat, 91 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia usai bertugas.

Jumlah itu berasal dari sejumlah daerah di 15 provinsi di Indonesia.

Hanum Rais Komentari Pengakuan Andre Taulany Soal Akun Istrinya, Ernest Prakasa : Bisa Beli Cermin ?

Nagita Slavina Foto Bareng BLACKPINK, Luna Maya Hingga Zaskia Sungkar Bereaksi : Halu Tingkat Dewa

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua TPS Meninggal, Keluarga Minta Pilpres dan Pileg Dipisah",
Penulis : Ardito Ramadhan
Editor : Icha Rastika

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved