Breaking News:

Pemilu 2019

Kisah Pengawas TPS yang Keguguran Saat Pemilu : Demi Masa Depan Bangsa, Saya Ikhlaskan Janin Saya

Menurut sang suami, dari pemeriksaan dokter, istrinya mengalami keguguran karena kelelahan.

KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Pengawas TPS, Dewi Lutfiatun Nadhifah (memegang selimut), Mengalami Keguguran Kandungan Karena Kelelahan Saat Melakukan Proses Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pada Pemilu 17 April 2019 Lalu. 

"Saya shock waktu itu, karena saya harus kehilangan anak kedua saya. Berat sekali rasanya,” katanya saat mendampingi istrinya.

Menurut Imam, dari pemeriksaan dokter, istrinya mengalami keguguran karena kelelahan.

“Bayangkan saja dia mulai kerja pukul 06.00 sampai pukul 01.30 dinihari. Pasti kelelahan,” tambahnya.

Meski sempat bersedih atas peristiwa tersebut, namun Imam mengaku berusaha tegar dan menerima dengan ikhlas apa yang dialami oleh istrinya tersebut.

“Saya dengan istri sudah ikhlas, karena bagaimanapun apa yang dilakukan oleh istri saya, semata-mata hanya ingin pelaksanaan pemilu lebih baik sehingga melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang lebih baik,” katanya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Jember, Devi Aulia Rahim ketika datang menjenguk, mengaku turut bersedih atas apa yang dialami oleh Dewi tersebut.

“Tentu kita bersedih, sebab saya sebagai seorang perempuan dan seorang ibu, tentu bisa merasakan apa yang dialami oleh Mbak Dewi ini,” katanya.

Dari catatan Bawaslu, setidaknya ada lima orang pengawas yang harus dirujuk dan dirawat di puskemas. “Semuanya rata- rata mengalami kelelahan, hingga akhirnya harus mendapatkan pertolongan medis,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Untuk Masa Depan Bangsa, Saya Ikhlaskan Janin Bayi Saya..... ""
Penulis : Kontributor Jember, Ahmad Winarno
Editor : Rachmawati

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved