Jadi Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1, Sofyan Basir Masih Jabat Dirut PLN

Direktur Utama PLN Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap PLTU Riau-1, pada Selasa (24/4/2019).

Jadi Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1, Sofyan Basir Masih Jabat Dirut PLN
Tribunnews.com/ Apfia Tioconny Billy
Dirut PLN Sofyan Basir saat menggelar konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Direktur Utama PLN Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap PLTU Riau-1, pada Selasa (24/4/2019).

Lalu, bagaimana kini status dari Sofyan Basir di PLN?

Seperti diketahui, dalam Peraturam Menteri BUMN nomor 3 tahun 2015, dalam Bab IV Alasan dan Tata Cara Pemberhentian BUMN Sub A Nomor 2 Huruf d, termaktub di sana alasan pemberhentian antara lain: telah ditetapkan sebagai Tersangka atau Terdakwa dalam tindakan yang merugikan BUMN dan/atau negara.

Namun, SVP Hukum Korporat PLN, Dedeng Hidayat menyebut status Sofyan Basir hingga kini masih merupakan Direktur Utama PLN.

Dedeng mengatakan status Sofyan Basir tidak semuanya ada di kewenangan Kementerian BUMN.

"Ini masih ada mekanisme korporasi, karena ada UU BUMN, UU Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar PLN, dan Peraturan Menteri BUMN. Di sana ada dan sudah di atur semuanya, pengangkatan maupun pemberhentian," kata Dedeng, Rabu (24/4/2019).

Senior Vice President Hukum Korporat PLN, Dedeng Hidayat saat ditemui, Rabu (24/4/2019)
Senior Vice President Hukum Korporat PLN, Dedeng Hidayat saat ditemui, Rabu (24/4/2019) (Tribunnews.com/Reza Deni)

Dari sanalah, Dedeng menyebut Sofyan Basir msih sebagai Dirut PLN, karena belum menerima dokumen-dokumen terkait pemberhentian.

"Kalau sudah menerima dan ada dokumen mengenai mekanisme korporasi yang sudah diserahkan dan bisa diinfokan kepada publik pasti akam kami sampaikan," ujarnya.

Bantah Melarikan Diri ke Luar Negeri

Dedeng menyebut kepergian Sofyan Basir ke Perancis merupakan hal yang sehari-hari terjadi, bukan karena hendak melarikan diri.

"Manakala beliau berhalangan hadir, pasti akan ditunjuk pelaksana tugas harian. Jadi bukan karena ada kasus," kata Dedeng saat ditemui di kantor PLN Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

 

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir usai memberikan kesaksian untuk terdakwa kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo pada sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (25/10/2018). Sidang dengan terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir usai memberikan kesaksian untuk terdakwa kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo pada sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (25/10/2018). Sidang dengan terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved