Polisi Selidiki Impor Mobil Mewah Bermodus Pameran

Diketahui PT Kreasi Lancar bisa mendapatkan fasilitas impor sementara karena tercatat sebagai salah satu perusahaan yang memiliki angka pengenal impor

Polisi Selidiki Impor Mobil Mewah Bermodus Pameran
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pekerja menurunkan 34 unit mobil bekas eks Jepang di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Selasa (17/9/2013). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan impor beragam mobil mewah ilegal.

Hal ini dilakukan setelah satu unit Lamborghini berwarna merah berhasil diamankan beberapa waktu lalu.

Mobil mewah tersebut didatangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Oerak, Surabaya, Jawa Timur dengan modus izin pameran agar terhindar dari bea masuk yang mencapai 200 persen.

Bahkan manivest impor sementara telah mencatat ada sebanyak enam puluh mobil mewah yang diimpor oleh PT Kreasi Lancar Orientasi Prima yang berdomisili di Cilandak Jakarta Selatan.

Diketahui PT Kreasi Lancar bisa mendapatkan fasilitas impor sementara karena tercatat sebagai salah satu perusahaan yang memiliki angka pengenal importir (API).

Hanya pemilik API yang berhak mengimpor, termasuk impor sementara untuk beragam jenis barang seperti yang tercantum dalam peraturan UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan UU No. 10 tentang Kepabeanan.

Mobil tersebut mulai masuk sejak Februari hingga awal April 2019 dengan berbagai merek seperti Lamborghini, Mercedes Benz, Aston Martin, Porsche, Rolls Royce, Bentley, dan McLaren.

Pasalnya dengan memakai izin impor sementara, para importir membayar pajak jauh lebih murah dibandingkan impor pembelian mobil mewah resmi yang nilai pajaknya mencapai 200 persen.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak, Basuki Suryanto menduga pola yang digunakan hanya merupakan modus pedagangan ilegal untuk menghindari pajak resmi dan harga yang murah dipasaran.

“Nantinya ada dokumen asli tapi palsu,lalu mobil-mobil mewah itu dijual lebih murah dari harga pasar,” kata Basuki saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019).

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved