Soal Ratusan Anggota KPPS Meninggal Dunia, Begini Analisa FK UI

Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa faktor usia memengaruhi anggota KPPS yang sakit dan meninggal.

Soal Ratusan Anggota KPPS Meninggal Dunia, Begini Analisa FK UI
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
anggota KPPS di Kampung Cipayung, RT 02/02, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Arman (70) hendak dimakamkan, Kamis (25/4/2019) sore. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah dokter dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Jakarta.

Mereka menyampaikan dugaan analisis mengenai penyebab ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sakit.

Menurut mereka, ada sejumlah faktor gugurnya para petugas Pemilu.

"Pertama yang saya amati adalah waktu kerja yang sudah melewati jam biologis manusia, mereka bekerja bahkan sampai 24 jam," kata Dekan FK UI Ari Fahrial Syam di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Faktor kedua, diduga anggota KPPS sebagian ada yang sehat dan ada yang sakit.

Sehingga, tidak diketahui apakah KPPS yang bertugas saat pemungutan dan penghitungan suara memiliki masalah kesehatan atau tidak.

Ketiga, anggota KPPS diduga mengalami stres yang tinggi sehingga mengganggu psikis yang bersangkutan.

Data Terbaru, Jumlah Penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Bogor yang Meninggal Jadi 11 Orang

Tak hanya itu, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anggota KPPS.

Sebab, mereka bekerja di dalam tenda dengan penerangan yang terbatas dan ruangan terbuka.

"Jadi kondisi lingkungan, kondisi fisik dan kondisi waktu kerja yang berlebihan ini jadi satu hal yang akhirnya mereka jatuh sakit dan bahkan menyebabkan kematian," ujar Ari.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved