Menuju Kota Pintar, Pelayanan Digital di Kota Bogor Luncurkan Aplikasi Si Badra

Bima juga menegaskan bahwa dikepemimpinannya pada priode ke dua, Ia tidak membuat program 100 hari kerja.

Menuju Kota Pintar, Pelayanan Digital di Kota Bogor Luncurkan Aplikasi Si Badra
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat melaunching aplikasi SiBadra, Minggu (28/4/2019) 

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bogor Fiirdaus mengatakan bahwa Aplikasi tersebut merupakam aplikasi Pemerintah Kota Bogor untuk menerima berbagi Aduan dan Saran dari masyarakat.

"Fungsinya adalah sebagai media bagi masyarakat Kota Bogor untuk mempermudah dalam menyampaikan keluhan, saran, pengaduan, dan permintaan layanan kegawatdaruratan kepada Pemerintah Kota Bogor secara real time," katanya.

Tidak hanya itu dengan menggunakan SiBadra masyarakat dapat memantau segala pengaduan dan aspirasi yang sudah disampaikan dengan cara berkomunikasi dengan pemerintah Kota Bogor.

Cara penggunaannya cukup mudah, masyarakat bisa mendownload aplikasi tersebut di appstore dan si playstore.

Selanjutnya masyarakat tinggal melakukan resgistrasi untuk login kedalam aplikasi SiBadra.

Tujuan dari fitur fitur tersebut adalah untuk melayani maayarakat untuk bisa berhubungan langaung dengan pemerintah.

"Ya jadi artinya bahwa sistem ini akan memberikan sebuah solusi bagaiaman pemerintah itu bisa bekerja melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya artinya kita harapkan sistem ini menjadi sebuah program yang memang bisa melihat kinerja aparatur pemerintah itu sendiri," katanya.

Tak hanya itu, Aplikasi SiBadra juga menerapkan teknologi berbasis GPS.

Artinya segala bentuk informasi, aduah, keluhan dan aspirasi yang masuk dapat dipertanggung jawabkan.

Karena Aplikasi Sibadra bisa menditeksi keberadaan si pemgirim pesan.

"Nah makanya dengan aplikasi yang baru SiBadra ini tidak lagi akan ada hoax karena ini sudah berbasis teknologi Gps jadi pelapor akan diketahui posisinya dimana dia melaporkan kejadian jadi tidak lagi iseng atau hoax seperti apa karena nanti dengan sendirinya ketika dia sudah login di aplikasi yang kita luncurkan dan mendaftar itu sudah diketahui identitasnya," ujarnya.

Firdaus mengatakan bahwa sejak lima tahun terakhir Kota Bogor terus berlari menghadirkan layanan-layanan digital.

"Alhamdulillah pelayanan publik by sisyem online digital itu kita sudah banyak menerapkan teknologi, dibeberapa bidang kita sudah banyak melakukan mulai dari pajak online, pelayanan perizinan online, pelayanan barang dan jasa online, pelayanan KTP online jadi pada dasarnya Kota Bogor sudah melakukan beberapa terobosan terkait dengan pelayanan publik jadi selama lima tahun terakhir ini sudah banyak inovasi yang dilakukan untuk Kota Bogor,"ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dengan adanya pelayanan digital tersebut kata Firdaus, masyarakar bisa langsung bersentuhan dengan pemerintah tanpa melalui birokrasi.

Kinerja dan transparasi pemerintah, organisasi perangkat daerah, camat, luran dan lainnya bisa langsung dipantau oleh masyarakat

Firdaus juga menyampaikan saat ini masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan segala bentuk keluhan ataupun aspirasi.

Bahkan dengan keluhan dan segala bentuk kedaruratan sudah ada sejak beberapa tahun lalu dengan diluncurkannya NTPD 112 yang diluncurkan

"Oia sekarang dengan adanya NTPD 112 kan kita segala bentuk kedaruratan masyarakat sudah bisa langsung menghubungi misalkan kebakaran butuh ambulance kekerasan dan sebagainya, namun dari segi efektifitasnya sistem ini perlu ada perubahan dan perbaikan nah kita wujudkan nih dengan aplikasi yang diluncurkan oleh bapak Wali Kota Bogor Bimar Arya, peluncuran aplikasi SIBADRA aplikasi berbasis smarphone sebagai aplikasi layanan publik yang melayani pengaduan dan aspirasi dari masyarakat," katanya.

- Rencana Layanan Digital Tahun 2019.

Kadiskominfotandi Firdaus mengatakan bahwa pada pertengahn 2019 ini akan ada beberapa layanan, website dan layanan aplikasi yang akan diluncurkan dan ada juga yang sedang dalam perencenaan.

"Setelah ini di bulan Juli akan ada diresmikan di launching mall layanan publik itu Insya Allah itu sedang dipersiapkan dan akan mulai, mudah-mudahan bisa menjadi terobosoan bagaimana masyarakat dipermudahkan dalam proses-proses prizinan proses adminstarasi surat dan sebagainya seperti itu," katanya.

Sedangkan yang sedang dalam perencanaan adalah aplikasi One Family for One family.

Aplikasi yang digagas Wali Kota Bogor yang nantinya akan dijalankan oleh Dinas Sosial Kota Bogor melalui Diskominfotandi itu masih dalam tahap membuat konsep.

"Iya memang aplikasi ini masih dalam tahap grenddesign karena aplikasi one faimly for one family itu nanti belum siap kita luncurkan, karena kita masih menunggu konsepnya seperti apa yang dari Dinsos, taapi kita selaku kominfo terus mensupport besar sehingga aplikasi ini bisa terintegrasi dengan layanan publik kepada masyarakat," katanya.

sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin Samsudin mengatakan dengan aplikasi tersebut masyarakat bisa ikut mengatasi kesenjangan sosial.

"Iya nanti itu untuk memininalisir kesenjangan, aplikasinya akan dibuat oleh Kominfo," ujarnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa nantinya aplikasi tersebut bisa menampun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat yang mampu ke masyarakat yang tidak mampu.

Program tersebut dipaparkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menjelaskan programnya kedepan bersama Wali Kota Bogor Dedi A Rachim saat rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor Jalan Pemuda.

Bima menjelaskan bahwa nantinya program tersebut akan dirancang untuk menekan angka kemiskinan.

"One family for one family, jadi satu keluarga mampu untuk satu keluarga yang tidak mampu, ini merupakan aksinya ta dari masyarakat ke masyarakat, jadi nanti akan kita sediakan dalam bentuk aplikasi," kata Bima.

Bima menjelaskan bahwa pengentaskan kemiskinan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah.

Karena menurutnya untuk melakukan oengentaskan kemiskinan perlu juha dilibatkannya masyarakat.

Karena pengentasan kemiskinan tidak hanya dilakukan oleh APBD tapi juga dengan bantuan atau gerakan dari masyarakat.

"Aplikasi iya Aplikasi, jadi nanti ada aplikasi keluarga yang mampu bisa membantu keluarga yang tidak mampu, nah ini akan kita rumuskan jadi tidak hanya pemerintah, pengentaskan kemiskinan ini tidak hanya apbd tapi jalur non apbdnya ini, jadi nanti sifaynya sukarela dan tidak ada paksaan," ujarnya usai mengikuti sidang paripurna.

- Gambaran Pelayanan Digital Kota Bogor Untuk Lima Tahun Kedepan.

Sejak lima tahun terakhir pelayanan digital Kota Bogor terus ditingkatkan.

Bahkan direncanakan pelayanan kepada masyarakat di Kota Bogor untuk lima tahun kedepan sudah berbasis online

"Yang semuanya sudah berbasis online berbasis digital kita ingin melayani masyarakat tidak lagi face to face tatap muka dengan begitu bisa mengurangi jumlah papersihip, kertas-kertas kerja seperti itu jadi ini bisa langsung dimudahkan apapun bisa dimudahkan," kata Kadiskominfotandi Firdaus.

Namun Firdaus menyadari bahwa ada beberapa kendala dan konsekuensi yang harus dihadapi.

Tapi dengan adanya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak layanan digital bisa terus melayani masyarakat dengan baik.

"Memang ini memerlukan sebuah komitmen tinggi membutuhkan sebuah kerja keras bagaimana menjanjikan sebuah kota itu menjadikan kota yang pintar dan harus ada dukungan dari semua pihak, krena tanpa ada seperti itu ya tidak mungkin akan terwujud, masalah anggaran muncul bisa jadi sebuah hal yang harus patut dipikirkan," katanya.

Selain itu kendala lainnya adalah kemampuan masyarakat dalam menggunakan internet.

Tapi itu tidak menjadi kendala, karena pengguna internet di Kota Bogor sudah cukup tinggi.

Dan selain itu meski ada pelayanan digital, pelayanan manualpun tetap tersedia.

Harapanya dengan munculnya berbagai aplikasi dugital dengan diluncurkan aplikasi teranyar SiBadra bisa melayani maayarakat dengan baik

"Iya harapan saya dengan adanya aplikasi ini yang baru diluncurkan ini SiBadra ini mudah-mudahan masyarakat bisa ikut membantu mendorong kinerja pemerintah Kota Bogor dalam arti masyarakat bisa memberikan masukan positif bisa menyampaikan aspirasi dan aduannya dalam koridor yang sesuai bukan diada-ada atau mengada-ngada dan kita pun nantinya akan meningkat lagi kinerja kita aparatur untuk melayani masyarakat lebih baik," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved