May Day - Kisah Marsinah Pejuang Hak Buruh yang Dibunuh pada Masa Orde Baru

Mayat Marsinah ditemukan di hutan yang ada di Dusun Jegong, Desa Wilangan. Ada tanda-tanda bekas penyiksaan berat di tubuhnya.

May Day - Kisah Marsinah Pejuang Hak Buruh yang Dibunuh pada Masa Orde Baru
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah buruh melakukan aksi renungan mengenang kematian Marsinah dan Sebastian di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara, Jumat (8/5/2015). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nama Marsinah tak bisa dilepaskan dari May Day atau Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei.

Ya, Marsinah yang ditemukan tewas pada 8 Mei 1993 itu merupakan satu di antara pejuang hak-hak buruh saat itu.

Selain menjadi buruh di sebuah perusahaan perakitan jam di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Marsinah juga adalah seorang aktivis.

Perempuan itu sempat hilang tiga hari sebelumnya ditemukan telah menjadi mayat pada 26 tahun lalu.

Marsinah hidup pada masa Pemerintahan Orde Baru, saat orang-orang yang vokal memang akan tersingkirkan.

Mungkin, hal ini juga dialami oleh Marsinah yang sempat diculik sampai akhirnya terbunuh.

Mayat Marsinah ditemukan di hutan yang ada di Dusun Jegong, Desa Wilangan. Ada tanda-tanda bekas penyiksaan berat di tubuhnya.

Dua orang yang terlibat dalam otopsi jenazah Marsinah menyimpulkan jika ia tewas akibat penganiayaan berat.

Massa Berbaju Hitam Ricuh Saat Hadir di Acara May Day, Ternyata Ada yang Pelajar dan Pengangguran

Konvoi Aksi May Day 2019 di Kota Bogor, Buruh Tunggangi Motor Sport Ninja 250

Pada tahun yang sama, Marsinah mendapatkan Penghargaan Yap Thiam Hien.

Kasus ini kemudian menjadi catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang kemudian dikenal sebagai kasus 1713.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved