Pelaku Pencabulan 'Joni dan Jeni' Dibebaskan, Mahkamah Agung Beri Sanksi 4 Hakim PN Cibinong

Mahkamah Agung (MA) memberi sanksi terhadap 4 hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

Pelaku Pencabulan 'Joni dan Jeni' Dibebaskan, Mahkamah Agung Beri Sanksi 4 Hakim PN Cibinong
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Pengadilan Negeri Cibinong. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Terkait kasus asusila yang menimpa kakak beradik 'Joni dan Jeni' diunggah dalam situs petisi Change.org membuat Mahkamah Agung mengambil tindakan.

Mahkamah Agung (MA) memberi sanksi terhadap 4 hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

Keempat orang ini adalah CG, RAR dan MAA yang merupakan majelis hakim perkara serta LJ yang merupakan Ketua PN Cibinong.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah mengatakan, keempat hakim tersebut diduga melanggar peraturan tentang susunan majelis dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara.

Mereka juga melanggar susunan majelis yang sekurang-kurangnya tiga orang hakim dimana dalam perkara asusila Joni dan Jeni dikabarkan hanya 1 hakim yang dilibatkan dalam persidangan.

"Benar ada dugaan penyimpangan hukum acara, yang semestinya harus majelis (3 orang hakim), dia sidangkan sendiri dari awal sampai akhir,” kata Abdullah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4/2019).

Tiga hakim dan pimpinannya ini dianggap lalai dan dijatuhi sanksi kemudian dilakukan pembinaan di Pengadilan Tinggi Bandung.

Sanksi ini diberikan setelah pihak MA melakukan pemeriksaan terhadap keempat hakim tersebut.

Karena hal ini, terjadi kekosongan jabatan pimpinan di PN Cibinong.

Abdullah mengatakan, dalam rangka mengisi kekosongan pimpinan Pengadilan Negeri Cibinong, pada Selasa (30/4/2019) pagi dilantik Ketua PN Cibinong yang baru di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Tapi saya belum monitor siapa Ketua PN Cibinong yang baru dan dari mana,” kata Abdullah.

Diberitakan sebelumnya, seorang terdakwa kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial HI (41) diputus bebas dalam Sidang Putusan Di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Kabupaten Bogor pada 25 Maret 2019 lalu.

Dinilai ada kejanggalan terhadap putusan hakim ini, perkara ini dimuat dalam petisi dengan nama samaran korban di bawah umur bernama Joni (14) dan Jeni (7) di situs petisi Change.org yang juga disebutkan kejanggalan lainnya yakni diantaranya persidangan hanya melibatkan 1 hakim.

Mencuatnya perkara ini pun memicu para mahasiswa untuk berunjuk rasa di depan PN Cibinong pada Senin (29/4/2019) yang diwarnai adu dorong antara mahasiswa dan polisi serta pembakaran ban di Jalan Tegar Beriman.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved