Yenny Wahid & Inaya Wahid Tanggapi Potret Saat Jokowi Cium Tangan Gus Dur : Bikin Kita Semua Terharu

Dalam unggahan foto Gus Dur dan Jokowi itu, Blontank Poer menceritakan kisah dibalik pertemuan kala itu.

kolase Youtube dan Instagram @blontankpoer
Yenny Wahid tanggapi potret saat Jokowi cium tangan Gus Dur 

Yenny Wahid dan Inaya Wahid Tanggapi Potret Saat Jokowi Cium Tangan Gus Dur : Bikin Kita Terharu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akui terharu lihat potret Jokowi saat mencium tangan Gus Dur, putri sang mantan presiden keempat RI, Yenny Wahid pun mengungkapkan perasaannya.

Ya, ungkapan perasaan yang dituangkan Yenny Wahid di laman media sosialnya itu ia tuliskan usai melihat potret saat Jokowi dan Gus Dur bertemu.

Tak hanya Yenny Wahid, sang adik, Inaya Wahid juga tampak memberikan tanggapannya terkait beredarnya potret Jokowi saat sedang mencium tangan Gus Dur.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu beredar foto Gus Dur saat sedang bersama Jokowi.

Foto itu rupanya diambil pada 8 Januari 2006 silam.

Foto-foto tersebut diunggah oleh sang fotografer, Blontank Poer di akun Facebook-nya.

Kala itu Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Cerita Dibalik Foto Pertemuan Gus Dur dan Jokowi, Ucapan Soal Kriteria Presiden Jadi Kenyataan

Dalam unggahan foto Gus Dur dan Jokowi itu, Blontank Poer menceritakan kisah dibalik pertemuan kala itu.

Ia juga menyebut kalau foto tersebut tak sengaja ia temukan saat memeriksa CD koleksi foto-foto lama.

Jokowi duduk di samping Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat itu, Januari 2006, Jokowi baru beberapa bulan menjabat Walikota Solo, Jawa Tengah. (Foto: Blontank Poer )
Jokowi duduk di samping Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat itu, Januari 2006, Jokowi baru beberapa bulan menjabat Walikota Solo, Jawa Tengah. (Foto: Blontank Poer ) (Facebook Blontank Poer)

"JOKOWI dan GUS DUR
Tak sengaja bersih-bersih CD koleksi foto lama, nemu adegan Pak Jokowi mencium tangan Gus Dur.

Peristiwa di Kraton Surakarta itu, menurut catatan digital di kamera Canon EOS D30, 8 Januari 2006. Berarti, itu baru beberapa bulan Pak @jokowi menjabat Walikota Surakarta.

 Jebul, pada masa itu sudah kelihatan jejak kesantrian Jokowi.

Tak hanya bisa disimak dari adegan cium tangan, tapi juga bahasa tubuhnya ketika duduk bersebelahan dengan orang besar bernama KH Abdurrahman Wahid.

Semoga Pak Jokowi bisa mewujudkan cita-cita besar Gus Dur yang belum kesampaian, memeratakan keadilan, memajukan kemanusiaan, memoersatukan Indonesia dan memupuk persaudaraan tanpa memandang latar belakang atau atribut kesukuan, agama dan sebagainya. amin.

Al Fatihah untuk Gus Dur."

Fotografer Blontank Poer Tak Sengaja Nemu Foto Jokowi Cium Tangan Gus Dur, Ada Hal Besar Terungkap!

Melihat unggahan sang fotografer, Yenny Wahid pun seolah terbawa suasana.

Melalui laman Instagramnya, Yenny Wahid menggumamkan perihal tanggapannya terkait dengan ditemukannya foto yang merekam momen Gus Dur bersama Jokowi tersebut.

Yenny Wahid bahkan membagikan kembali potret saat Jokowi sedang mencium tangan Gus Dur.

Pun dengan momen ketika Jokowi dan Gus Dur duduk bersebelahan.

Melalui captionnya, Yenny Wahid menumpahkan kebahagiaannya sebab bisa melihat kembali momen tersebut.

Dilansir TribunnewsBogor.com, Yenny Wahid menuliskan perasaannya saat melihat potret tersebut.

Yenny Wahid mengaku merasa beruntung sebab bisa mengenal dua sosok pria yang ada di potret tersebut yakni Jokowi dan Gus Dur.

Potret Masa Kecilnya hingga Wajah Ganteng Jokowi Muda Beredar, Kaesang Heran : Dapat Dari Mana ?

Bahkan Yenny Wahid memuji sosok Gus Dur dan Jokowi adalah dua pria yang hebat.

"What a privilege for me to know these two great men. I hope I can follow their examples of giving themselves to the service of others.

(Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk mengenal dua pria hebat ini. Saya harap saya dapat mengikuti teladan mereka tentang memberikan diri mereka sendiri untuk melayani orang lain)," tulis Yenny Wahid.

Lebih lanjut, Yenny Wahid pun melanjutkan perihal ungkapan kebahagiaannya tatkala melihat potret Jokowi dan Gus Dur tersebut.

Sambil menandai akun sang fotografer, Yenny Wahid tampak mengucapkan terima kasih kepada sosok Blontank Poer sebab sudah mengabadikan momen tersebut.

Sandiaga Uno Disambut Spanduk Selamat Datang Wapres RI di Kantor DPD Gerindra Sumbar

Ia juga mengaku sampai merasa terharu usai melihat momen kebersamaan Jokowi dan Gus Dur tersebut.

"Sebuah berkah bagiku pernah mendampingi dua pria luar biasa ini. Semoga aku bisa mengikuti tauladan mereka, yang mendarmakan hidupnya dalam pengabdian untuk bangsa. Suwun Mas @blontankpoer untuk sedekah fotonya. Bikin kita semua jadi terharu," sambung Yenny Wahid pada caption.

Tak hanya Yenny Wahid, Inaya Wahid melalui akun instagramnya juga turut menanggapi perihal foto Jokowi dan Gus Dur tersebut.

Namun tak seperti Yenny Wahid yang membagikan kembali potret tersebut, Inaya Wahid tampak memberikan tanda suka pada unggahan sang fotografer.

Hal itu seolah jadi bentuk ungkapan perasaan Inaya Wahid usai melihat kembali momen ketika Jokowi mencium tangan Gus Dur.

Inaya Wahid menyukai unggahan Blontank Poer
Inaya Wahid menyukai unggahan Blontank Poer (Instagram @blontankpoer)

Kisah Pertemuan Gus Dur dengan Jokowi

Kisah pertemuan Gus Dur dan Jokowi itu diulas di laman resmi Nahdlatul Ulama (NU).

Dikutip dari NU Online, Ketua Panitia Harlah Ke-9 Gus Dur di Solo pada Jumat (22/2/2019), Hussein Syifa mengatakan pertemuan itu terjadi saat acara bertema Njejegake Sakaguru Nusantara.

Acara tersebut berlangsung pada 8 Januari 2006.

Saat itu, Gus Dur didatangakan untuk mengisi acara.

Saat kedatangannya ke Solo, Gus Dur disinggahkan oleh panitia ke Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo.

Momen pertemuan Gus Dur dengan Jokowi saat 8 Januari 2006 silam
Momen pertemuan Gus Dur dengan Jokowi saat 8 Januari 2006 silam (Facebook Blontank Poer)

 

Jokowi yang kala itu menjadi Wali Kota Solo ikut mendampingi Gus Dur.

Obrolan hangat, ringan dan santai pun terjadi saat pertemuan itu.

May Day 2019 - Ini Tuntutan Para Buruh Yang Berdemo Di Depan Kantor Pemkab Bogor

Diceritakan, saat Gus Dur menuturkan kisah wayang Dewaruci, datang KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) yang kini telah wafat.

Sesaat setelah kedatangannya, pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti itu meminta Gus Dur menjadi presiden lagi.

Menanggapi permintaan itu, Gus Dur menjawab dalam Bahasa Jawa, intinya adalah terpenting tiang Nusantara harus berdiri kokoh dulu.

Bahkan, Gus Dur lalu menyebut bahwa Jokowi nanti juga bisa jadi presiden karena kriteria syaratnya telah terpenuhi.

Pertemuan Gus Dur dengan Jokowi pada 8 Januari 2006 silam di Solo
Pertemuan Gus Dur dengan Jokowi pada 8 Januari 2006 silam di Solo (Facebook Blontank Poer)

Mendengar pernyataan Gus Dur, Jokowi yang duduk bersebelahan dengan Gus Dur hanya tersenyum saja.

rupanya, apa yang diucapkan Gus Dur delapan tahun silam itu menjadi kenyataan.

Joko Widodo menjadi Presiden ke-7 RI saat memenangkan Pilpres 2014 lalu ketika ia berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla.

Polisi Ungkap Penyebab Bus Rombongan Siswa SD dari Banten yang Terguling di Tanjakan Selarong

Penulis: khairunnisa
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved