Ganjar Pranowo Sebut Pertemuan Jokowi dan AHY untuk Kebaikan Bangsa

Seusai pertemuan dengan Jokowi, AHY memberikan keterangan pers ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno, tanpa ditemani Jokowi.

Ganjar Pranowo Sebut Pertemuan Jokowi dan AHY untuk Kebaikan Bangsa
(Kompas.com/YOGA SUKMANA)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/12/2017) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi bertemunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (2/5/2019). Pertemuan keduanya Ganjar berharap untuk kebaikan bersama dan demi kebaikan bangsa.  "Semoga semua bisa berembug untuk kebaikan bangsa," harap Ganjar.

AHY memenuhi undangan Presiden Jokowi untuk bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore. AHY yang mengenakan batik berwarna abu-abu serta hitam tiba di Istana sekitar pukul 15.45 WIB menggunakan mobil hitam Land Cruiser B 2024 AHY dan masuk ke ruang kerja Jokowi sekitar pukul 15.25 WIB.

Seusai pertemuan dengan Jokowi, AHY memberikan keterangan pers ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno, tanpa ditemani Jokowi. 

"Saya pertama-pertama mengucapkan Alhamdulillah karena sore hari in, bisa memenuhi undangan bapak Presiden Jokowi untuk berbincang-bincang Istana Merdeka atas bantuan pak Pratikno," ujar AHY.

Pertemuan AHY dan Jokowi di Istana Kepresidenan, Pembicaraan 4 Mata-Plat Nomor Mobilnya Beri Isyarat

Menurutnya, pertemuan berlangsung dengan suasana baik dan sedikit menyumbangkan gagasan untuk mewujudkan Indonesia ke depan yang semakin baik. Sehingga, dirinya dengan presiden saling bertukar pikiran.

"Komunikasi itu tidak harus selalu berbicara tentang komunikasi politik secara pragmatis tetapi juga ada hal-hal besar lain dan kita juga selalu harus bisa membangun semangat untuk menjadi bagian besar mewujudkan indonesia semakin baik ke depan," paparnya.

AHY juga tak menampik pembicaraan dengan Jokowi seputar situasi politik pasca pencoblosan pada 17 April 2019. "Mudah-mudahan paling akhir nanti 22 Mei 2019, kita bisa menerima apapun hasil yang akan dijelaskan oleh KPU," ujar AHY.

Partai Demokrat merupakan partai koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga dalam Pilpres 2019. Prabowo pun, sudah mendeklarasikan kemenangannya dan sebagian pendukungnya menuding KPU melakukan kecurangan jika hasil Pilpres memenangkan Jokowi.

AHY berpendapat, sikap terbaik saat ini yaitu menunggu pengumuman KPU dan menghindari sikap yang berlebihan. Terlebih, Pemilu kemarin banyak memakan korban jiwa dalam menjalankan agar penyelenggaraan pesta demokrasi 5 tahunan berjalan secara damai serta demokratis.

"Kita hormati itu semua, kita apresiasi dengan cara sabar menunggu. Waktunya masih ada, penghitungan terus berlangsung, dari hari ke hari bisa kita monitor secara langsung, berapa suara yang direkapitulasi, perolehan dari Pilpres maupun Pileg juga bisa kita monitor bersama," paparnya.

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved