Soal Keributan Remaja Baju Hitam di Bandung, Ini Komentar Ridwan Kamil

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, para pemuda itu ditertibkan tak jauh dari Gedung Sate.

Soal Keributan Remaja Baju Hitam di Bandung, Ini Komentar Ridwan Kamil
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jajaran Polrestabes Bandung menangkap ratusan remaja yang terlibat keributan di sela peringatan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019) kemarin.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan hal itu.

Sebab, secara umum, perhelatan May Day di Bandung berjalan kondusif.

Ironisnya, kendaraan buruh pun turut jadi korban aksi vandalisme remaja baju hitam itu.

"Yang saya terima laporan, melakukan hal yang melanggar ketertiban justru ternyata bukan buruh. Laporannya juga ada mobil buruh yang terkena aksi vandalisme. Jadi kami sangat menyesalkan dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian," kata Ridwan Kamil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/5/2019).

Dari laporan yang ia terima, terdapat sejumlah pelajar dan anak di bawah umur yang turut diamankan.

Ia menilai, mereka hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui latar belakang aksi.

"Tapi mau ikut-ikutan atau tidak, setiap tindakan ada konsekuensinya. Termasuk yang masih pelajar, berarti orangtuanya yang terkena getahnya kan begitu ya. Selain dihukum, orangtuanya dipermalukan dan sebagainya," tambah Ridwan Kamil.

Kubu Prabowo Tolak Rekonsiliasi, Adian Napitupulu : Pemenang Rangkul yang Kalah Sudah Kewajiban

Tak Cuma Retas Situs NASA, Putra Aji Akui Berhasil Bobol Website KPU : Masih Terlihat Kurang Aman

Emil menjelaskan, pemerintah tak melarang bentuk ekspresi apa pun selama tak melanggar aturan.

"Negara ini memberi jaminan kebebasan untuk berpendapat termasuk berunjuk rasa menyampaikan (pendapat), saya rasa gak ada masalah dari sisi itu. Tapi pada saat dia melanggar risiko menjadi sebuah konsekuensi. Ini menjadi pelajaran agar kita di negara Indonesia ini kebebasan itu ada tata caranya, tidak sebebas-bebasnya," jelasnya.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved