Pilpres 2019

Soal Permintaan Diskualifikasi Capres Jokowi-Maruf, Bima Arya : Kembalikan Ke Aturan Yang Berlaku

Menurutnya terkait proses Pemilihan Presiden yang sudah berlangsung saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih bekerja paska pelaksanaan pencoblosan.

Soal Permintaan Diskualifikasi Capres Jokowi-Maruf, Bima Arya : Kembalikan Ke Aturan Yang Berlaku
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Adanya permintaan diskualifikasi pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dalam Ijtima Ulama yang digelar kemarin, Rabu (1/5/2019) mendapat tanggapan dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Bima yang merupakan politisi PAN yang menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi - Maruf Amin mengatakan bahwa sebaiknya semua pihak taat kepada aturan yang berlaku.

Menurutnya terkait proses Pemilihan Presiden yang sudah berlangsung saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih bekerja paska pelaksanaan pencoblosan.

Terkait adanya keberetan-keberatan, Bima Arya merasa hal itu bisa disampaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya kira gini kita kembalikan semuanya ke aturan yang berlaku semua boleh punya pendapat dan dijamin oleh undang undang tapi tetap aturan harus kita taati bahwa KPU masih bekerja kita tunggu itu kalau memang tidak puas dengan hasil KPU ada mekanismenya bisa ke mahkamah konstitusi bisa menggugat itu," kata Bima Arya saat ditemui dikawasan Bogor Tengah, Kamis (2/5/2019).

Menurutnya jika ditemukan adanya kecurangan maka perlu ada pembuktian fakta-faktanya.

"Kalau merasa ada yang curang, dimanipulasi, diangkat buktinya, fakta-faktanya seperti apa dibuka datanya jadi adu data dan fakta bukan dengan opini itu menurut saya ya," ujarnya.

Hasil Ijtima Ulama III Tuntut Jokowi-Maruf Didiskualifikasi, Dedi Mulyadi : Tak Usah Ditanggapi

Hasil Ijtima Ulama III menimbulkan kontroversi di beberapa pihak.

Halaman
1234
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved