Dipulangkan KPK dari RS Polri, Tatapan Romahurmuziy Kosong dan Suaranya Lirih

Sesampainya di pintu keluar gedung KPK, Romahurmuziy sudah disambut awak media yang sudah menunggunya.

Dipulangkan KPK dari RS Polri, Tatapan Romahurmuziy Kosong dan Suaranya Lirih
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy muncul di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/5/2019).

Romahurmuziy sebelumnya berada di Rumah Sakit Polri sejak 2 April 2019 untuk menjalani perawatan.

Romahurmuziy datang ke KPK untuk mengurus perpanjangan masa penahanan dirinya.

Romahurmuziy keluar dari kantor komisi antirasuah sekira pukul 18.40 WIB dengan langkah yang pelan.

Sesampainya di pintu keluar gedung KPK, Romahurmuziy sudah disambut awak media yang sudah menunggunya.

Disambut tatapan kosong dan suara lirih Romahurmuziy, ia mengucapkan rasa terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena sudah berhasil melaksanakan agenda Pemilu 2019.

"Saya cuma ingin menyampaikan selamat kepada KPU yang telah melaksanakan pemilu dengan luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan jurdil (jujur, adil). Dan selamat kepada partai-partai yang menjadi peserta pemilu dan menjalankan dengan baik," ucap Romahurmuziy lirih di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, Romy diperpanjang masa penahanannya selama 40 hari.

"Hari ini penyidik melakukan perpanjangan penahan pertama selama 40 hari kedepan terhitung tanggal 5 Mei - 13 Juni 2019 untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Febri Diansyah.

Romahurmuziy Sakit-Sakitan Selama Ditahan di Rutan KPK, Susah Tidur Hingga Pendarahan saat BAB

Mukernas PPP Pasca Romahurmuziy OTT KPK Digelar Malam Ini, Suharso Akan Diangkat Jadi Plt Ketua Umum

Diberitakan, KPK menetapkan Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved