Ikut Rapat Terbatas Bahas Pemindahan Ibu Kota, Bima Arya Sebut Usulan Jusuf Kalla Paling Realistis

Namun dalam rapat tersebut Bima Arya mengungkapkan hanya mendengarkan pemaparan tidak ikut memberikan masukan.

Ikut Rapat Terbatas Bahas Pemindahan Ibu Kota, Bima Arya Sebut Usulan Jusuf Kalla Paling Realistis
Instagram sekretariat.kabinet
Rapat terbatas 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya ikut hadir dalam rapat terbatas pembahasan pemindahan Ibu Kota di Istana Negara, Selasa (30/4/2019) lalu.

Kehadiran Bima Arya dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi itu menimbulkan pertanyaan.

Bima Arya mengaku hadir hanya sebagai kepala daerah, walaupun memang tidak semua kepala daerah diundang.

"Jadi kemarin saya hadir sebagai kepala daerah sekitar Jakarta tapi gak paham juga kenapa diundang, ya mungkin salah satu opsinya adalah seputar Jakarta," ujarnya, Kamis (2/5/2019) kemarin.

Namun dalam rapat tersebut Bima Arya mengungkapkan hanya mendengarkan pemaparan tidak ikut memberikan masukan.

Saat ditanya apakah Ibu Kota akan pindah ke Kota Bogor Bima Arya mengatakan kondisi itu tidak dimungkinkan.

"Tapi kalau di Kota Bogor gak mungkin yang mungkin di Jonggol, ke arah Cipularang, ke arah Tanggerang tapi mungkin ya seputar itu," kata Bima.

Lebih lanjut Bima Arya mengatakan dalam rapat terbatas kemarin belum ada pilihan yang mengerucut sebagai opsi pilihan Ibu Kota termasuk sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi yang digadang-gadang cocok untuk jadi Ibu Kota.

Bima Arya melihat dalam rapat itu wilayah Sulawesi disebut-sebut masih memiliki ancaman bencana karena banyak gunung berapi, sedangkan Kalimantan dinilai memiliki kualitas air yang tidak bagus sehingga pejabat negara butuh mendalami lagi opsi-opsi yang sudah ada tersebut.

"Jadi tidak ada ideal, jadi kriterianya disusun begitu dilihat kriteria itu gak ada yang ideal makanya harus disepakati prioritas yang mana, bahkan pak JK sebetulnya menyampaikan yang lebih realistis adalah tidak jauh dari Jakarta tapi belum mengerucut, presiden minta dalami lagi semua opsi kalau dari angaran Menkeu optimis bisa karena dana tidak hanya dari APBN semua," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved