Pilpres 2019

TGB Akui Jokowi Sempat Didesak Umumkan Kemenangan, Tim Prabowo :Kami Dengar 01 Akan Deklarasi Duluan

Menurutnya, jika pihak Jokowi memang ingin bertemu, kenapa bukan sosok ulama seperti TGB saja yang menjadi utusannya.

TGB Akui Jokowi Sempat Didesak Umumkan Kemenangan, Tim Prabowo :Kami Dengar 01 Akan Deklarasi Duluan
Kompas.com
Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas, (KOMPAS.com/ABBA GABRILIN) 

Bantahan yang dilontarkan TGB itu pun langsung dimaklumi Yusuf Muhammad Martak.

Ia lantas mempersilahkan semua pihak untuk melakukan kroscek terhadap pernyataannya tadi.

"Tidak apa-apa. Itu kan versi saya. Saya Insya Allah tidak akan bohong. Boleh dikroscek," ucap Yusuf Muhammad Martak.

Lebih lanjut, Yusuf Muhammad Martak pun mengungkap pentingnya melakukan deklarasi kemenangan lebih dahulu.

Menurutnya, hal tersebut untuk mencegak adanya pembentukan opini kepada masyarakat.

"(Kenapa penting soal siapa yang duluan ?) Bukan masalah siapa duluan. Kalau mereka sudah mendeklarasikan, sudah selesai, dianggap kita kalah. Ini kan pembentukan opini saja. Kalau mereka tidak mendeklarasikan Insya Allah 02 tidak akan mendeklarasikan," kata Yusuf Muhammad Martak.

Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi dan Yusuf Muhammad Martak
Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi dan Yusuf Muhammad Martak (Youtube tayangan Rosi Kompas TV)

Selain membahas perihal deklarasi kemenangan, Yusuf Muhammad Martak juga menyinggung perihal utusan yang konon akan bertemu dengan Prabowo Subianto dari tim Jokowi.

Yusuf Muhammad Martak tampak heran dengan sosok Luhut Binsar yang dijadikan utusan dari pihak Jokowi.

Menurutnya, jika pihak Jokowi memang ingin bertemu, kenapa bukan sosok ulama seperti TGB saja yang menjadi utusannya.

"Apakah pantas Pak Luhut diutus ? Apakah Pak Luhut Presiden ? Setiap masalah Pak Luhut harus turun. Kalau memang mau utus, utuslah Tuan Guru Bajang, seorang ulama mendekati, karena Pak Prabowo didekati banyak ulama," pungkas Yusuf Muhammad Martak.

Selain itu, sosok Maruf Amin juga dianggap tepat menjadi utusan jika kubu Jokowi ingin bertemu dengan kubu Prabowo Subianto.

"Apakah pak Kiai Maruf Amin akan memanggil kita. kan lebih soft. Kalau sudah yang diutus sepeti begitu dan pertemuannya hanya berdua ini kan akhirnya menimbulkan perpecahan lagi di antara kita," sambungnya.

Pernyataan yang dilontarkan Yusuf Muhammad Martak itu pun langsung direspon TGB.

Menurut TGB, kubu lawan terlalu banyak menyimpan prasangka terhadap Jokowi.

Padahal menurutnya, beberapa waktu ke belakang, Jokowi secara terus menerus sedang berusaha untuk membangun kembali silaturahmi dengan rivalnya di Pemilu 2019.

"Terlalu banyak prasangka di antara kita. Dan prasangka ini perlu dihilangkan dengan memperbanyak perjumpaan, silaturahmi. Menurut saya beberapa waktu terakhir pak Jokowi juga terus menerus berusaha untuk membangun silaturahmi," ucap TGB.

Tonton video lengkapnya :

Penulis: khairunnisa
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved