Breaking News:

Pilpres 2019

BPP Prabowo-Sandiaga Sebut Pemilu 2019 Lebih Jelek dari Pilkades

Di dalam rapat pleno rekapitulasi tersebut, para saksi dari BPP Jatim akan menyampaikan bukti kecurangan yang telah dilakukan para penyelenggara

Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi Amien Rais menyampaikan pidato politiknya di hadapan para pendukungnya dalam acara Syukuran Kemenangan Indonesia di Kartanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Pada pidatonya Prabowo meminta kepada para pendukungnya untuk ikut menjaga formulir C1 di setiap kecamatan. Tribunnews/Jeprima 

Dengan berbagai temuan itu, pihaknya menambahkan bahwa kualitas pemilu kali ini tidak lebih baik dibandingkan pemilu sebelumnya.

"Bahkan, pemilu kali ini lebih jelek dibandingkan pemilu kepala desa," kata Anggota DPR RI ini.

Berdasarkan rekapitulasi internal BPP Prabowo-Sandi, pihaknya untuk sementara memang tertinggal di Jatim dari rivalnya, Jokowi-Ma'ruf Amin. Untuk sementara, Prabowo-Sandi baru mendapat 45 persen.

"Kami sementara tertinggal karena hasil kecurangan mereka. Ditambah, memang belum semua kecamatan hingga kabupaten selesai menghitung sehingga hasil ini sebenarnya baru sementara," tandasnya.

"Bisa dibilang, pemilu kali ini paling kacau dan ruwet," kata pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim ini.

Sebelumnya, BPP Prabowo-Sandi di Jatim juga telah menginstruksikan para saksi untuk menolak menandatangani hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan. Hal ini sebagai bentuk protes adanya indikasi kecurangan oleh penyelenggara pemilu.

Namun, KPU memastikan bahwa rekapitulasi tetap sah meskipun tak ada tandatangan saksi. "Tidak apa-apa (tak ada tandatangan saksi), tetap sah," kata Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan, Sabtu (4/5/2019) sore di Surabaya.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur rencananya memulai rekapitulasi tingkat provinsi, Minggu (5/5/2019). KPU Jatim menargetkan rekapitulasi tingkat provinsi bisa selesai selama lima hari hingga Kamis (9/5/2019).

Berdasarkan jadwal yang disampaikan oleh KPU RI, perhitungan tingkat provinsi sebenarnya bisa dilakukan sejak 22 April 2019 lalu hingga 12 Mei mendatang. Namun, Jatim memutuskan mulai melakukan rekapitulasi tingkat provinsi baru pada awal bulan ini mengingat masih adanya daerah yang belum menyelesaikan rekap tingkat Kabupaten/Kota.

Berdasarkan penjelasan Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan, hingga Sabtu (4/5/2019) sore, sebanyak 28 kabupaten/kota yang telah mengumpulkan hasil rekapitulasi tingkat daerah. "Saat ini kami masih menunggu beberapa kabupaten/kota lainnya yang terus berdatangan," kata Insan kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (4/5/2019).

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved