Debat Panas Soal Kematian Ratusan Anggota KPPS, Haris Azhar : Kenapa Negara Cuma Bayar RP 500 Ribu

Hal itu terjadi karena Adian Napitulu menuding dokter ahli syaraf, Dokter Ani Hasibuan yang hadir dalam acara itu dianggap merendahkan pekerjaan KPPS.

Debat Panas Soal Kematian Ratusan Anggota KPPS, Haris Azhar : Kenapa Negara Cuma Bayar RP 500 Ribu
Repro YouTube TV One
Debat sengit antara Rocky Gerung, Adian Napitupulu dan Haris Azhar soal kematian ratusan anggota KPPS di acara Catatan Demokrasi Kita di TV One 

Atas pernyataan itu pula, Rocky Gerung menanggap kalau Adian Napitupulu menghalangi kerja Dokter Ani Hasibuan.

Diketahui Dokter Ani Hasibuan membuat riset sendiri terkait penyebab kematian anggota KPPS di berbagai daerah.

Pernyataan itu pun dibantah oleh Adian Napitupulu.

Dokter Ani Analisa Penyebab Ratusan KPPS Meninggal, Adian Kesal : Jangan Ada Kesombongan Profesi !

12 Hari Tak Sadarkan Diri, Keluarga Anggota KPPS Ini Bingung Soal Biaya Perawatan

Kesehatan Menurun Usai Pemilu 2019, Anggota KPPS Jambi Meninggal Dunia

"saya mengkritik bagaimana dia (Dokter Ani Hasibuan) merendahkan pekerjaan itu dengan bahasa, 'apa sih pekeraan KPPS cuma mencatat-catat. Kalau saya mengritik itu dianggap menghalangi, berarti cara berpikir bung yang salah," ucapnya.

Perdebatan itu pun memancing Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.

"Penjelasan ini gak bisa dimakan mentah-mentah dengan bahsasa anda. Itu persepsi anda dengan kata 'hanya' anda bilang itu merendahkan. itu persepsi anda," ucapnya.

Ia justru beranggapan, kalau memang pekerjaan KPPS ini merupakan pekerjaan yang baik dan bukan sembarangan, mengapa negara hanya memberi upah sebesar Rp 500 ribu, ditambah potong pajak.

"Kalau KPPS memang orang hebat dianggap pekerjaan baik, perkejaan mulia, kenapa negara cuma bayar Rp 500 ribu, diambil pajaknya pula. Negara yang merendahkan KPPS, bukan bu dokter, gak bisa," ucap Haris Azhar.

Adian Napitupulu pun kembali menegaskan kalau dirinya sama sekali tak ingin menghalangi kerja Dokter Ani Hasibuan, melainkan ingin mengritik pernyataan sebelumnya soal pekerjaan KPPS.

"Saya mengrkitik peranyataan yang kemudian menyerderhanakan dan merendahkan pekerjaan KPSS yang hanya mencatat, sementara disampaikan dia juga membagikan kertas suara, dan lainnya," ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved