Rizal Ramli Ungkap Cerita Pernah Tolak Sejumlah Posisi Empuk di Pemerintahan

Permasalahan di Bulog berhasil dibenahi, Rizal Ramli menuturkan, Gus Dur memintanya untuk menempati posisi Menko Ekuin pada 23 Agustus 2000 lalu.

Rizal Ramli Ungkap Cerita Pernah Tolak Sejumlah Posisi Empuk di Pemerintahan
Kompas.com
Rizal Ramli 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ekonom senior, Rizal Ramli menegaskan perjuangannya selama ini tidak berorientasi kepada jabatan di pemerintahan.

Faktanya Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu beberapa kali menolak posisi empuk dalam pemerintahan.

Dua kali mantan Menko Perekonomian di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menolak tawaran jabatan di era pemerintahan Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Saat itu Rizal Ramli pernah menolak jabatan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggantikan SB Joedono.

Kedua, Rizal Ramli pun menolak jabatan Duta Besar RI di Amerika Serikat yang saat itu dijabat Doradjatun Kuntjoro Jakti.

"Pada tawaran ketiga, saya diminta Gus Dur membenahi Badan Urusan Logistik (Bulog). Tawaran itu saya terima," kenang Rizal Ramli dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Rabu (8/5/2019).

Namun kata dia, dengan mengajukan syarat hanya selama enam bulan, setelah itu mengundurkan diri.

"Akhirnya disepakati Gus Dur, 3 April 2000 saya dilantik menjadi Kabulog menggantikan Jusuf Kalla," tutur Rizal Ramli.

Permasalahan di Bulog berhasil dibenahi, Rizal Ramli menuturkan, Gus Dur memintanya untuk menempati posisi Menko Ekuin pada 23 Agustus 2000 lalu.

Mengingat kondisi perekonomian Indonesia kala itu sedang karut marut.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved