3 Warga Jeneponto Meninggal Terjangkit Penyakit Misterius, Waspada Ini Gejalanya !

Sebanyak 70 orang warga di Dusun tersebut didiagnosa terjangkit penyakit misterius, 3 diantaranya meninggal dunia

3 Warga Jeneponto Meninggal Terjangkit Penyakit Misterius, Waspada Ini Gejalanya !
(KOMPAS.com / ABDUL HAQ)
Salah satu keluarga di Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terserang penyakit misterius. Kamis, (9/5/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebuah penyakit misterius tengah menyerang warga di Dusun Garongkong, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 70 orang warga di Dusun tersebut didiagnosa terjangkit penyakit misterius.

Menurut dinas kesehatan setempat, tiga warga meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Saat ini para ahli sedang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyakit tersebut.

Waspada ! 5 Bahaya Tidur Setelah Sahur, Mulai Diare Hingga Stroke

Akibat Tertawa Berlebihan, Charlize Theron Harus Derita Penyakit Ini & Dirawat di Rumah Sakit 5 Hari

Plt Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Bachtiar Baso mengatakan, sejumlah warga yang terserang penyakit itu memiliki gejala demam, nyeri pada badan, siku, dan tulang belakang.

Namun, tak ada satu pun gejala penyakit seperti zika, cikungunya, demam berdarah, malaria, hingga kencing tikus yang positif pada warga.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Tiga warga meninggal

Thinkstock
 

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Bachtiar mengatakan, dari 70 warga yang didiagnosa mengalami penyakit misterius tersebut, sudah ada 3 warga yang meninggal dunia.

Selebihnya telah dirawat di Rumah Sakit Maryam Kabupaten Takalar dan sebagian lagi telah diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan sudah membaik.

Ia menyebut, para warga yang telah dirawat penanganan kesembuhannya berbeda-beda.

Namun, mayoritas dokter menanganinya dengan tifus tiphoid.

Tetapi, dia mengatakan tidak menutup kemungkinan ada juga yang meningitis tifosa.

"Dari 70 orang yang demam itu didiagnosa itu ada ibu hamil yang meninggal. Penanganan yang dilakukan di Takalar ini penanganan tifus tapi sembuh. Ada juga yang tidak sembuh. Jadi bervariasi," ujarnya.

Sidang Vanessa Angel Akhirnya Dihadiri Ayah & Ibunya, Tantenya Justru Kesal: Selama Ini Kemana Saja

Dihadiri Sang Ayah, Vanessa Angel Terpleset Saat Terjadi Saling Tarik di Pengadilan

2. Para ahli selidiki penyakit misterius di Jeneponto

Ilustrasi
(millionsjoker)
Ilustrasi

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mengumpulkan para ahli dan dokter spesialis di bidangnya.

Selain itu, tim dari Kementerian Kesehatan juga dilibatkan untuk memastikan penyebab penyakit misterius yang menjangkiti puluhan warga yang ada di Desa Tuju, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Namun, dari pertemuan itu, para stakeholder di bidang kesehatan tersebut belum bisa menyimpulkan jenis dan penyebab penyakit tersebut.

Bachtiar Baso mengatakan, pihaknya telah mengirim para ahli tersebut ke wilayah Dusun Garonggong untuk meneliti penyakit itu.

"Dalam waktu dekat akan kami sebutkan penyakit itu. Hasil dari pertemuan kemarin, kami kembali mengutus tim kesana," kata Bachtiar, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Sophia Latjuba Datang ke Ulang Tahun Gading Marten, Komentar Ariel Noah Langsung Jadi Sorotan

Raffi Ahmad Bangga Istrinya Lakukan Ibadah Ini di Pagi Hari, Puji Kecantikan Nagita Setinggi Langit!

3. Warga desa alami gejala deman tinggi dan ngilu Ilustrasi demam

Ilustrasi
Wavebreakmedia
Ilustrasi

Hampir seluruh penduduk Dusun Garongkong terserang penyakit aneh dengan gejala demam tinggi, ngilu seluruh badan, dan batuk hingga sakit kepala.

Saat ini, puluhan warga kini terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit, baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit di Kabupaten Jeneponto maupun di Kota Makassar.

"Sudah dua bulan terakhir begini, pokoknya semua penduduk di sini mengalami gejala yang sama dan sudah empat orang yang meninggal dunia termasuk anak saya," kata Rahma, salah satu warga, saat ditemui Kompas.com, di rumahnya pada Kamis (9/5/2019).

Sementara itu, Bachtiar menjelaskan, ada beberapa kemungkinan terkait penyakit tersebut.

"Bisa saja ada dua kemungkinan meningitis tifosa atau japanese and sepalitis seperti yang berkembang di Bali sekarang. Secepatnya kami akan beri tahu," ujar dia.

Download Lagu Alan Walker On My Way - Gudang Lagu MP3 Lengkap dengan Lirik Faded dan Alone Ost PUBG

4. Dalam kondisi sakit, warga paksa diri untuk bekerja

Ikustrasi
Shutterstock
Ikustrasi

Penduduk Desa Tuju memaksa diri untuk bekerja seperti biasanya meski dalam kondisi sakit.

Sebagian besar warga di desa tersebut bekerja sebagai petani.

Hal ini dilakukan demi menutupi kebutuhan sehari hari.

"Istri saya sudah lama kena penyakit dan sekarang sudah agak baikan tetapi dua orang anak saya sekarang mulai kena juga termasuk saya.

Tetapi saya terpaksa kerja karena mau makan apa kami kalau saya tidak kerja," kata Bahar.

Seperti diketahui, warga Desa Tuju dalam dua bulan terakhir terserang penyakit misterius.

Wabah itu telah membuat tiga warga meninggal dunia.

Jadwal Final Liga Champions & Liga Europa - All English: Liverpool vs Tottenham & Chelsea vs Arsenal

5. Warga harap pemerintah segera cari obatnya

Ilustrasi
Shutterstock
Ilustrasi

Warga hanya berharap pemerintah setempat segera menemukan jenis penyakit yang menjangkiti warga dan menemukan obatnya.

Wabah tersebut telah membuat warga resah. Sementara itu, dinas kesehatan masih berusaha untuk mengidentifikasi penyakit tersebut.

"Kami akan membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait jenis penyakit tersebut sebab hingga kini memang kami belum ketahui jenis penyakitnya dan sudah termasuk kategori luar biasa," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Kabid P2P Dinkesprov Sulsel) Nurul, saat ditemui Kompas.com di Puskesmas Buludoang, Kabupaten Jeneponto pada Kamis (9/5/2019). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Wabah Penyakit Misterius di Jeneponto, Tewaskan 3 Warga hingga 1 Dusun Terjangkit"

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved