Ini Video dan Pidato Lengkap Eggi Sudjana Bicara Soal People Power, Sempat Singgung Soal Persatuan

Diketahui massa pendukung Prabowo-Sandi berkumpul di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ini Video dan Pidato Lengkap Eggi Sudjana Bicara Soal People Power, Sempat Singgung Soal Persatuan
Repro YouTube Jakartanicus
Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar soal ajakan people power 

Eggi Sudjana Ungkit Kasus Soeharto Tahun 1998, TKN: Jadi Jokowi Disuruh Kasih Jabatannya ke Prabowo?

Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Eggi Sudjana meminta capres nomor urut 01 Jokowi untuk tahu diri.

Hal itu ia sampaikan sambil mencontohkan beberapa kasus presiden-presiden sebelumnya, dari Soekarno hingga Gus Dur.

Menurutnya, beberapa kepala negara itu mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada presiden selanjutnya.

Hal itu dilakukan karena ada 'people power' yang dilakukan massa kepada para presiden tersebut.

Eggi Sudjana kemudian menyebut, hal itu juga seharusnya dilakukan oleh Jokowi saat ini.

"Nah, konsep tahu diri ini penting, kita harus belajar dari Soekarno," kata Eggi Sudjana dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube CNN Indonesia dengan judul Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Tuduhan Serius Sanksinya Hukuman Mati, Jumat (10/5/2019).

Eggi Sudjana juga menjelaskan, dirinya memberikan saran karena merasa bersahabat dengan Jokowi saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Tapi kalau mau aman, menurut saya gini, nih saya lebih mau nyarankan Pak Jokowi itu kalau umur di bawah saya ya, jadi bisa saya bilang ade saya juga, tapi saya bersahabat pernah ada program bersama," ujarnya mengawali narasi.

Kemudian, ia pun mencontohkan kasus Soekarno yang membuat perintah 11 Maret hingga kepemimpinannya digantikan oleh Soeharto, karena Soekarno tahu diri.

"Dia (Soekarno) begitu dahsyat ya memerdekakan kita, tapi endingnya kan gak bagus, dalam arti dia ada peolpe power lah dengan massanya, dia tapi tahu diri, dia bikin perintah 11 Maret, kasih ke Soeharto," jelas Eggi Sudjana.

Wiranto Sebut Penetapan Tersangka Eggi Sudjana Sesuai Prosedur Hukum

Ia kemudian mencontohkan beberapa presiden berikutnya, yakni Soekarno, BJ Habibie, dan Gus Dur.

"Soeharto ada masalah lagi, kemudian turun lagi people power dalam konteks 98, dia tahu diri juga, jangan kita kira dijatohin, dia mengundurkan diri, dia kasih ke Habibie," lanjutnya.

Mendengar pernyataan Eggi Sudjana itu, Wadir Hukum dan Advokasi Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hermawi Taslim yang turut menjadi narasumber langsung tertawa.

"Maksudnya Jokowi suruh kasih ke Prabowo gitu ?," tanya Hermawi Taslim, yang disetujui juga oleh host.

"Bukan, bukan, bukan itu pointnya," kata Eggi Sudjana.

Bahkan, narasumber lainnya yakni Ahli Hukum Tata Negara STH Indonesia Jentara, Bivitri Susanti juga ikut tertawa mendengar penjelasan Eggi Sudjana tersebut.

"Ini kayanya dorongan lagi nih, bisa jadi delik baru," kata Bivitri Susanti.

Setelah Shalat Jumat, Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zein Jalan Kaki ke Bawaslu

Hal itu pun disampaikan juga oleh Hermawi Taslim.

"Bisa delik baru ini, bahaya," ujarnya sambil tertawa.

Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Eggi Sudjana, Ahli Hukum Tata Negara STH Indonesia Jentara, Bivitri Susanti, dan Wadir Hukum dan Advokasi Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hermawi Taslim saat dialog di CNN Indonesia dengan judul
Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Eggi Sudjana, Ahli Hukum Tata Negara STH Indonesia Jentara, Bivitri Susanti, dan Wadir Hukum dan Advokasi Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hermawi Taslim saat dialog di CNN Indonesia dengan judul "Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Tuduhan Serius Sanksinya Hukuman Mati", Kamis (9/5/2019). (Youtube/CNN Indonesia)

Seolah tak menghiraukan pendapat kedua narasumber tersebut, Eggi Sudjana pun melanjutkan pernyataannya.

"Nah, Habibie tahu diri juga pertanggung jawabannya ditolak, dia tidak mau memaksakan, nah kepada Gus Dur, dia punya pasukan berani mati (Banser) yang nurut dengan perintah Gus Dur, tapi dia nggak gunakan ketika dia dikepung istana, dia akhirnya legowo, ya kan? itu kan top itu," ujarnya menyelesaikan cerita.

Untuk kondisi saat ini, kata Eggi Sudjana, pemilu 2019 ini diwarnai kecurangan, sehingga Jokowi harus tahu diri juga.

"Nah sekarang kondisi pemilu ini curang, pemilu curang ini jelas, buktinya banyak, 1200 kasus sudah kita sampaikan," katanya.

Eggi Sudjana Sebut Tuduhan Makar Salah Alamat, Ini Penjelasan Pakar Hukum Pidana

"Jadi gini, kecurangan-kecurangan pemilu seandainya ada itu kan ada mekanismenya, dan banyak orang se Indonesia yang sudah dihukum," timpal Hermawi Taslim.

Kemudian Eggi Sudjana menjelaskan lagi, bahwa jika Jokowi tahu diri seperti para presiden sebelumnya.

"Kalau ini (people power) terjadi, maksud saya, Insya Allah tidak ada kisruh lah, kalau ini (people power) sudah dijalankan, saya ditetapkan jadi tersangka juga tidak apa-apa deh, artinya sudah berhasil, karena Jokowi nya tahu diri gitu," tandasnya.

Mendengar itu, Hermawi Taslim pun tampak heran karena sejak awal Eggi Sudjana menyebut people power itu ditujukan bagi capres, bukan Jokowi sebagai presiden.

"Tadi kita bicara Jokowi sebagai paslon," kata Hermawi Taslim.

"Ini kan saran, di luar kasus (tersangka makar)," jawab Eggi Sudjana.

Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zein Batal Demo di KPU, Ini Penjelasan Polisi

"Kalau minta Jokowi legowo sebagai presiden, yang konsisten siapa?," tanya Hermawi Taslim lagi.

Kemudian Eggi Sudjana menjelaskankan kalau yang ia maksud, yakni Jokowi legowo sebagai capres bukan presiden.

"Sebagai capres, gak pakai sebagai presiden, sebagai capres dia kalah gitu loh," katanya.

Sontak saja pernyataan Eggi Sudjana itu membuat Hermawi Taslim dan Bavitri Susanti tertawa.

"Disuruh mengalahkan diri," kata Hermawi Taslim tertawa.

"Oh bukan, karena kecurangan itu," sangkal Eggi Sudjana.

"Ini bisa delik baru," kata Bavitri Susanti.

Kemudian para narasumber pun tertawa, termasuk Eggi Sudjana.

Ini videonya :

Penulis: yudhi Maulana
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved