Breaking News:

Dahnil Anzar Klarifikasi Pernyataan Polisi Soal Permintaan Penundaan Pemeriksaan Dirinya

Dahnil Anzar Simanjuntak mengklarifikasi pernyataan kepolisian yang menyatakan dirinya minta pemeriksaan ditunda sampai pengumuman Pemilu.

Kompas.com
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita) 

 Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta penundaan pemeriksaan terhadap dirinya terkait kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia.

Danil Anzar meminta diperiksa setelah pengumuman hasil pemilu 2019 oleh KPU.

Ia mengaku masih sibuk sebagai koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski begitu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan menyatakan penyidik tidak langsung mengabulkan permohonan Dahnil Anzar.

"Kita masih belum memutuskan apakah surat (penundaan) itu kita tanggapi atau abaikan karena tidak jelas yang dimaksud kesibukan apa," ujar Bhakti saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019).

Bhakti menjelaskan berdasarkan aturan, penundaan pemanggilan dapat dilakukan hanya dengan alasan yang jelas. Dirinya menegaskan memenuhi panggilan penyidik adalah kewajiban.

"Sedangkan di KUHAP alasannya harus jelas dan bisa di terima, karena memenuhi panggilan itu wajib," tutur Bhakti.

Seperti diketahui, penyidik dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menaikkan status kasus dugaan penyalahgunaan dana Kemah Pemuda Islam Indonesia ke tingkat penyidikan.

Diduga terdapat kerugian negara terkait acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang menggunakan dana Kemenpora tahun anggaran 2017 tersebut.

Polisi telah memeriksa Ketua Umum PP Pemuda Muhamadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Pihak internal Kemenpora Abdul Latif dan Ketua Kegiatan dari GP Ansor, Safarudin, juga ikut diperiksa terkait kasus ini.

(Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved