Yunarto Wijaya Sebut Masyarakat Indonesia Terjebak Demokrasi Kultus

Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut masyarakat Indonesia saat ini terjebak dalam demokrasi kultus.

Yunarto Wijaya Sebut Masyarakat Indonesia Terjebak Demokrasi Kultus
Tribunnews.com/Rizal B
Yunarto Wijaya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut masyarakat Indonesia saat ini terjebak dalam demokrasi kultus.

Hal itu menurutnya ditandai dengan pembelahan di masyarakat akibat Pemilu 2019, yaitu antara masyarakat yang mengkultuskan atau memuja-muja Joko Widodo dan masyarakat lain yang mengkultuskan Prabowo Subianto.

“Pilpres 2019 adalah pertarungan antara masyarakat yang mengkultuskan sosok dengan latar belakang sederhana dan militer serta pertarungan antara masyarakat yang mengkultuskan orang tanpa beban di masa lalu dan dengan sosok dari masa lalu,” jelasnya.

“Dan pengkultuskan itu ditunjukkan dengan adanya masyarakat yang memilih Jokowi karena benci Prabowo dan sebaliknya, politik seperti ini yang membuat masyarakat kita saat ini terbelah,” ungkapnya ditemui dalam diskusi Eksponen 98 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

Komentar Tak Diduga Jokowi Tanggapi Pemuda yang Ancam Penggal Kepalanya, Kini Terancam Hukuman Mati

Menurut Yunarto demokrasi kultus itu menjadi pekerjaan rumah besar bangsa Indonesia ke depan karena seharusnya masyarakat lebih mengedepankan demokrasi nilai dibandingkan demokrasi kultus itu sendiri.

Yunarto menjelaskan fenomena demokrasi kultus tanpa disadari dilakukan oleh masyarakat demi membuat sosok yang tidak disukai kalah oleh tokoh yang didukungnya.

Seperti pembentukan tim asistensi hukum oleh Menko Polhukam Wiranto dengan tujuan menyelidiki ucapan, pemikiran, dan tindakan sejumlah tokoh tertentu.

“Termasuk dengan fenomena banyaknya pendukung Jokowi yang mendukung pembentukan tim asistensi hukum oleh Menko Polhukam Wiranto, pemilihan langsung tapi kehidupan demokrasi terbelenggu, saya kira Wiranto berlebihan dengan membentuk tim itu” tegasnya.

Oleh karena itu Yunarto menegaskan demokrasi nilai perlu diangkat kembali oleh elit politik Indonesia setelah tenggelam selama Pemilu 2019.

“Hal itu untuk menyelamatkan nasib bangsa Indonesia di tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

 (Tribunnews.com, Rizal Bomantama)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved