Setahun Paska Bom di Surabaya, Begini Kondisi Anak-Anak Pelaku Saat Ini

Setahun berlalu, tragedi di Surabaya itu masih meninggalkan sejumlah hal, termasuk nasib anak-anak pelaku bom bunuh diri.

Setahun Paska Bom di Surabaya, Begini Kondisi Anak-Anak Pelaku Saat Ini
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Warga dari lintas agama berdoa dengan menyalakan lilin pada peringatan setahun bom gereja di pelataran Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Kota Surabaya, Senin (13/5/2019) malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Setahun yang lalu tepatnya 13 Mei 2018, rangkaian tragedi bom bunuh diri mengguncang Kota Surabaya.

Setahun berlalu, tragedi di Surabaya itu masih meninggalkan sejumlah hal, termasuk nasib anak-anak pelaku bom bunuh diri.

Tidak mudah untuk mengetahui nasib anak-anak para pelaku bom bunuh diri itu sebab keluarga mereka masih tertutup terhadap orang asing apalagi wartawan.

Dalam peristiwa pengeboman di Mapolrestabes Surabaya pada 13 Mei 2018, pasangan Tri Murtiono dan Tri Ernawati beserta dua anak laki-laki mereka tewas di lokasi.

Anak perempuan pasangan ini yang saat itu masih berusia 7 tahun, berhasil diselamatkan.

"Keluarga masih tidak mau menerima orang asing terutama wartawan. Bila ada yang mencari informasi atau keperluan disarankan ke saya. Kalau sama warga sini ataupun orang yang dikenal mereka terbuka," kata Kukuh Santoso, Ketua RT 9 Krukah Selatan, Kelurahan Ngangel Rejo, Wonokromo, Surabaya, Jumat (10/5/2019).

Anak perempuan malang tersebut, bersama enak anak bomber (pelaku bom bunuh diri), lain kini dirawat di tempat rehabilitasi di bawah pengawasan Kementerian Sosial.

Tolak Pemakaman Keluarga Teror Bom Surabaya, Warga Kompak Tutup 7 Lubang Kuburan

Fakta Penangkapan Terduga Teroris Usai Serangan Bom Surabaya, Tembak Mati Hingga Sembunyi di Musala

Penuh Keajaiban, Tubuhnya Terlempar 3 Meter, Bocah 7 Tahun Anak Pengebom Surabaya Ini Selamat

Menurut Kukuh Santoso, keluarga almarhum Tri Ernawati masih begitu terpukul atas kejadian bom bunuh diri.

Hal ini yang diduga membuat keluarga menutup diri.

"Kejadian itu (bom bunuh diri) masih membekas di benak keluarga. Setiap ada orang atau wartawan yang mencari informasi terkait hal itu, pasti bakal ditolak," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved