Pengakuan Wanita yang Rekam Video Penggal Jokowi, Sebar Video Lewat Grup WhatsApp

Dari kediaman IY, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat melakukan aksi perekaman.

Pengakuan Wanita yang Rekam Video Penggal Jokowi, Sebar Video Lewat Grup WhatsApp
Kompas.com
Polda Metro Jaya menangkap menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019). (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA) 

"Ada beberapa barang bukti yang diamankan, diantaranya kacamata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung biru, dan tas kuning," kata terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Polda Metro Jaya menangkap menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019)
Polda Metro Jaya menangkap menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019) ((KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA))

Sementara itu, Pak RT sempat menceritakan ketika ia diminta untuk menunjukan rumah IY oleh 8 orang aggota kepolisian.

Menurut Nurdin, ketua RT ditempat tinggal IY menerangkan, siang itu ia didatangi sejumlah anggota polisi yang minta didampingi untuk melakukan penjemputan.

"Sekitar jam 12-an, polisi sampai sini langsung minta saya dampingi buat jemput Ibu IY di rumahnya," kata Nurdin dikutip dari TribunJakarta.com, Rabu (15/5/2019).

Nurdin menjelaskan, ada sebanyak 8 personel kepolisian yang datang, dua diantaranya merupakan polisi wanita.

Menurutnya, IY ditangkap tanpa perlawanan dan langsung diangkut ke dalam mobil polisi setelah sempat diintrogasi terlebih dahulu.

"Pada waktu penangkapan di rumah ada Ibu Ina, anaknya yang nomor dua, dia punya anak tiga, satu udah kerja paling kecil ada masih sekolah SMP," jelasnya.

Polisi pun langsung menggiring IY ke Polda Metro Jaya untuk diminta keterangnya terkait video viral tersebut.

Saat digiring oleh Polda Metro Jaya, pelaku perekam dan penyebar video ancaman penggal Jokowi hanya bersikap diam.

Ketika tiba di depan Gedung Ditreskrimum pada pukul 18.00 WIB, IY hanya tertunduk dan bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan awak media.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono di kawasan GBK, Minggu (17/3/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono di kawasan GBK, Minggu (17/3/2019). (TribunJakarta/Pebby Ade Liana)
Halaman
1234
Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved