Politikus Gerindra Permadi Mangkir Panggilan Polisi

Adapun, Permadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh tiga orang berbeda terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan makar.

Politikus Gerindra Permadi Mangkir Panggilan Polisi
(BANAR FIL ARDHI)
Politisi sekaligus paranormal, Permadi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho atau biasa dikenal Permadi (74) mangkir panggilan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai terlapor.

Sedianya, ia diperiksa pada Rabu (15/5/2019) ini oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Ada rapat MPR, jadinya saya tidak datang (memenuhi panggilan penyidik)," kata Permadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Pihaknya masih menunggu pemanggilan selanjutnya untuk dimintai keterangan.

"Belum tahu (kapan pemanggilan selanjutnya). Sebagai warga negara saya akan memenuhi panggilan," ujarnya.

Adapun, Permadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh tiga orang berbeda terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan makar.

Tiga laporan itu dibuat berdasarkan video di media sosial yang menampilkan Permadi sedang berbicara dalam sebuah diskusi.

Dalam video itu, Permadi yang juga dikenal sebagai paranormal diduga telah mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan makar.

Permadi juga dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan menjelekkan salah satu suku di Indonesia.

Laporan pertama diadukan seorang pengacara bernama Fajri Safi'i pada Kamis (9/5/2019).

Laporan kedua dibuat Stefanus Asat Gusma. Laporan ketiga dibuat Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta Josua Viktor.

Kedua laporan itu dibuat pada Jumat (10/5/2019).

Dalam laporan ketiganya, pasal yang disangkakan adalah Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 jo Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Makar, Politikus Gerindra Permadi Mangkir Panggilan Polisi"

Penulis : Rindi Nuris Velarosdela

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved