Breaking News:

Cerita Pria Asal Aceh Saat Jalani Puasa di Australia, Masjid Penuh Tiap Tanggal 27 Ramadhan

Fajar menceritakan bahwa dirinya pernah beberapa kali menjalani ibadah bulan suci Ramadhan di Australia.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tadrusan menggunakan Al Qur'an digital lewat layar hp 

Bahkan anggaran yang dikeluarkan untuk berbuka puasa dan sahur pun cuku lumayan yakni 1200 dollar yang dikeluarkan oleh pengurus masjid.

"Pernah, istri kan disana, kalau disana itu ada community kalau disini ya seperti pengurus DKM gitu ya , jadi setiap hari itu 1200 dollar untuk berbuka dan sahur, tapi yang utama untuk buka, siapa saja bisa ambil makanan itu, Community menawarkan ke jamaah," katanya

Tidak hanya itu, bahkan jika pada saat tanggal 27 Ramadhan, masjid di Asutralia satu diantaranya adalah masjid di Sydney akan diramaikan oleh para jamaah yang melaksanakan itikaf di masjid.

"Kalau muslim di Sydney itu masya Allah kalau bulan Ramadhan itu banyak sekali masjid penuh meski kita minoritas disana , jadi ketika bulan Ramadhan itu masjid penuh, kalau malam 27 Ramadhan itu masjid penuh samapai ke jalan jalan untuk itikaf, sydney lakemba itu ada masjid terbesar di australia," ujarnya

Fajar pun mengatakan bahwa saat ini tidak sulit mencari makanan halal di Australia.

Karena pada satu tahun terakhir ada dua buah toko halal yang baru saja dibuka.

"Enggak ada kesulitian Alhamdulillah sudah satu tahun ini disana ada dua tempat makanan halal makanan halal punya orang Bangladesh," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved