Breaking News:

Diskusi Selama 1 Jam, Ini yang Disepakati 8 Kepala Daerah Bersama Yenny Wahid & AHY di Istana Bogor

Bukan untuk membicarakan perbedaan, melainkan untuk berdiskusi tentang kemajuan Indonesia dan tentang Indonesia yang damai.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nurgoho
8 kepala daerah bersama AHY dan Yenny Wahid usai diskusi hangat di ruang perpustakaan Kepresidenan Museum Kepresidenan Balai Kirti, Komplek Istana Bogor, Rabu (15/5/2019). 

"Kita ingin mengisi ruang-ruang informasi mulai hari ini, besok, sampai tanggal 22 dan jangka panjang nanti dengan informasi informasi yang menyejukan dari para pemimpinnya dengan ifnormasi yang membawa gagasan kerukunan untuk melawan ruang informasi yang tegang, ruang informasi yang terlalu melelahkan sehingga buruk menghadapi masa depan yang lebih baik, kita beri kesempatan dan ruang kepada hukum untuk menyelsesaikan perbedaan karena perbedaan itu sunattullah jadi pasti ada saja tapi kita biasakan menyelesaikan perbedaan dengan kesepakatan," ucapnya.

Ucapan menyejukan yang menginginkan Indonesia yang damai tanpa perpecahan itu pun disampaikan oleh AHY.

"Saya menambahkan bahwa inisiatif ini hadir untuk Indonesia, karena yang hadir dalam bersilaturahim ini tentunya dengan niat dan itikad yang baik," katanya.

Sementara itu Yenny Wahid pun memuji para tokoh muda yang hadir yang mau menyempatkan waktu untuk menyiarakan kebersamaan dan perdamaian untuk Indonesia lebih baik lagi.

"Kehadiran para pemimpin muda pada hari ini bagi saya, kita sama mas Agus yang statusnya rakyat bukan kepala daerah, kami senang sekali melihat pemimpin daerah ini sekarang punya komitmen yang sama untuk kepntingan NKRI, semua disatukan oleh semangat yang sama untuk mebangun Indonesia ini tentu adalah sebuah kebanggan yang kita berharap bisa memberikan optimisme bagi Indonesia ke depan," ujarnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Azwar Anas menceritakan gambaran yang terjadi saat diskusi tertutup yang berlangaung hampir 1 jam tersebut.

Azwar Anas menceritakan bahwa kehangatan persahabatan dan tali silaturahmi yang dijalin tergambar dari sebuah kegiatan yang hangat.

Ia pun bercerita bagaimana para kepala daerah dan AHY berserta Yenny Wahid menyantap menu buka bersama dengan makanan khas Bogor yaitu toge goreng, dan mie glosor.

Setelah itu mereka pun shalat berjamaan dengan diimami oleh Gubernur NTB dan Ganjar Pranowo yang melakukan iqomah sebelum memulai shalat magrib berjamaah.

"Nyaman sekali, yang disepakati dalam pertemuan tadi kira-kira itu begini, yang baik saat ini adalah silaturahmi ini perlu diperpanjang ditempat kita masing masing (di daerah) sehingga kita suasana lebih sejuk, untuk soal pilpres, kita serahkan pilpres yang ada terhadap saluran saluran konstitusional," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved