Gempa Magnitudo 5,9 di Pangandaran Terasa Hingga Solo, Begini Analisisnya

Tepatnya, lokasi tersebut berada di laut pada jarak 212 arah selatan Pangandaran dengan kedalaman 33 km.

Gempa Magnitudo 5,9 di Pangandaran Terasa Hingga Solo, Begini Analisisnya
dok BMKG
Gempa bumi bermagnitudo 5.9 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya, Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 08.51 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami. 

Sementara itu, warga di Banjarnegara, Bantul dan Solo merasakan guncangan dalam skala intensitas II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa," ujar Daryono.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa Gempa tidak berpotensi tsunami," imbuhnya.

Pria kelahiran Semarang itu juga mengatakan bahwa hingga pukul 09.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas Gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan kecil.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegasnya.

Sebagai informasi, wilayah selatan Cilacap-Pangandaran merupakan kawasan seismik aktif dan berpotensi terjadi Gempa kuat.

"Berdasarkan catatan gempa pada katalog gempa BMKG, sejak tahun 1940 di zona ini sudah terjadi Gempa kuat sebanyak 6 kali gempa kuat, yaitu pada 21 Maret 1940 (M 6.3), 7 September 1974 (M 6.5), 24 Juli 1979 (M 6.9), Tsunami merusak 17 Juli 2006 (M 7.7), 3 Maret 2011 (M 6.7), dan 13 juni 2013 (M 6,7)," tutur Daryono.

"Dengan memperhatikan tingginya potensi dan aktivitas kegempaan di wilayah ini maka penting untuk terus menggalakkan upaya mitigasi gempabumi dan tsunami," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Hari Ini: M 5,9 Pangandaran Terasa Hingga Solo, Begini Analisisnya"
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved