Komisi III DPR Dinilai Perlu Evaluasi Pengangkatan 21 Penyidik KPK

Menurut Ahmad, ada beberapa polemik yang terus berkutat dalam eksistensi KPK selama ini.

Komisi III DPR Dinilai Perlu Evaluasi Pengangkatan 21 Penyidik KPK
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Gedung Baru Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Koordinator Barisan Penegak Keadilan (BPK), Ahmad, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses perekrutan penyidik tidak melalui tahapan-tahapan atau mekanisme  koridor hukum yang disepakati.

"Pengangkatan 21 penyidik KPK tanpa melalui proses yang ditetapkan sungguh disayangkan," ujar Ahmad melalui keterangan tertulis, Minggu (19/5/2019).

Menurut Ahmad, ada beberapa polemik yang terus berkutat dalam eksistensi KPK selama ini.

Masalah tersebut terlihat dalam upaya mengembalikan penyidik Polri yang bekerja profesional kepada institusi, hingga perekrutan 21 penyidik yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"KPK terus membuat polemik. KPK seakan-akan bekerja tidak sesuai koridor hukum yang ada. KPK sebagai lembaga yang semangatnya menuntaskan persoalan korupsi mulai rapuh. dengan demikian maka para koruptor bakal merajalela," tutur Ahmad. 

Ahmad menyarankan agar Komisi III DPR RI memanggil pimpinan KPK untuk mengevaluasi internal mereka yang sudah tidak kondusif lagi akibat perekrutan penyidik tanpa tes.

"Komisi III harus bergerak, harus di evaluasi," tutur Ahmad.

Menurutnya, 21 penyidik KPK baru yang dilantik sebagai penyidik berpotensi ditunggangi kelompok tertentu dalam proses pemberantasan korupsi karena diduga tidak mahir dalam bidangnya. 

"Mereka akan lebih mudah mengeksekusi kompititor lawan politik yang berafiliasi dengan KPK. ini sangat berbahaya semua akibat KPK tidak netral," pungkas Ahmad. 

 (Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi)

Tags
KPK
DPR RI
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved