Pilpres 2019

Demo di Bawaslu : Dibuka dengan Nyanyi Indonesia Raya, Dilanjutkan Shalat Jamaah

Mereka menuntut agar Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Demo di Bawaslu : Dibuka dengan Nyanyi Indonesia Raya, Dilanjutkan Shalat Jamaah
Kompas.com
Massa yang mengatasnamakan Koalisi Anak Bangsa menggelar demonstrasi tandingan bersamaan dengan aksi unjuk rasa yang digelar massa GNKR di depan Bawaslu Selasa (21/5/2019).(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aksi unjuk rasa dari massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat GNKR di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) baru saja resmi dimulai pukul 15.00.

Aksi dibuka dengan orasi dari Ustaz Bernard di atas mobil komando.

"Insyaallah tidak ada urusannya menang kalah, tapi menyelamatkan bangsa ini dengan amar maruf nahi munkar," ujarnya di atas mobil komando bersama salah satu koordinator aksi, Jumhur Hidayat.

"Karena itu kita minta di sini keadilan dan hati nurani Bawaslu sebagai wasit penyelenggara pemilu untuk menindaklanjuti kecurangan yang dilakukan terstruktur, sistematik, dan masif. Kita berdoa kepada Allah, kita ketuk pintu langit agar Allah menyadarkan mereka yang berbuat curang," imbuhnya.

Usai berorasi, ia memimpin massa membaca ayat Al-Quran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selanjutnya, mereka shalat Ashar berjamaah.

Sebelumnya, massa telah berkumpul di depan Gedung Bawaslu sejak 13.20 WIB.

Mereka tak bisa mendekat ke gedung Bawaslu lantaran dihalau oleh pagar kawat berduri dua lapis yang membentengi ruas jalan di depan Bawaslu.

Massa sempat bernegosiasi alot dengan petugas gabungan yang dikomandoi Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan.

Mereka mendesak agar bisa mendekat ke Bawaslu lantaran menganggap diberikan izin untuk berunjuk rasa di depan Bawaslu.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved