Ramadan 2019

Kyai Toto : Mendamaikan Dua Kubu yang Terpecah Belah Termasuk Ciri Orang Mendapat Laillatul Qadar

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh mengatakan, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari malam

Kyai Toto : Mendamaikan Dua Kubu yang Terpecah Belah Termasuk Ciri Orang Mendapat Laillatul Qadar
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
KH Mustofa Abdullah Bin Nuh atau akrab disapa Kyai Toto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan penuh ampunan.

Setiap umat muslim berlomba untuk mencari pahala dan memperbanyak ibadah untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Salah satu yang ditunggu-tunggu dan dicari oleh umat muslim saat bulan Ramadhan yakni malam Lailatul Qadar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh mengatakan, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

"Seperti dalam.surah Al-Qadr, Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan, malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar (QS. Al-Qadr: 3 – 5)," katanya kepada TribunnewsBogor.com, saat ditemui di sekitar Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (20/5/2019).

Pria yang akrab disapa Kiai Toto itu pun menyebutkan bahwa seriap umat muslim akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Namun itu sesuai dengan tingkatan keimanan dan ketaqwaan setiap manusia kepada Allah.

"Siapapun yang beriman pasti mendapat Lailatul Qadar itu keyakinan saya, tapi sesuai namnya malam penuh nilai ya berarti bilainya berbeda-beda," ujarnya.

Kiai Toto yang juga Pengasuh di Ponpes Al-Ghazaly Kota Bogor ini memberikan contoh nilai yang dapat diperoleh dari malam Lailatul Qadar.

Dari pemahamannya, nilai yang didapat oleh orang yang mencari Lailatul Qadar dengan cara tidur, akan berbeda dengan orang yang melakukan dengan cara beribadah dan menyebut nama Allah.

Kiai Toto juga mencontohkan bahwa salah satu orang yang mendapat Lailatul Qadar adalah orang yang mendamaikan dua kubu yang berselisih atau terpecah belah.

"Seperti contoh nilainya akan berbeda dengan orang yang tidur sengan orang yang bangun untuk beribadah menyebut nama Allah, orang yang membaca Al-Quran, orang yang bershodaqoh, orang yang berzakat, orang yang mendamaikan dua kubu yang berpecah itu berbeda beda nilainya,"ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved