Prabowo Jadi Terlapor Hingga SPDP Kembali Ditarik, Polisi: Belum Waktunya Diterbitkan

Argo juga mengatakan sementara akan menarik surat pelaporan tersebut dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Prabowo Jadi Terlapor Hingga SPDP Kembali Ditarik, Polisi: Belum Waktunya Diterbitkan
Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi para petinggi partai pendukung saat mendeklarasikan kemenangan terkait penyelenggaraan Pilpres 2019 di kediamannya Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019). Prabowo Subianto ditemani Sandiaga Uno kembali menyatakan kemenangannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen hitungan real count internal pada pemilu 2019. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Calon Presiden kubu 02 Prabowo Subianto dilaporkan kepada polisi atas tudingan makar.

Hal itu berdasarkan surat yang beredar dari Polda Metro Jaya, yang dikeluarkan pada Jumat (17/5/2019) lalu, dikutip dari WartaKotaLive.com, Selasa (21/5/2019).

Surat yang bernomor B/9159/V/RES.1.24/2019/Datro itu ditunjukkan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam surat itu berisi Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Tertulis dalam laporan yang bernomor LP/B/0391/IV/2019//Bareskrim tanggal 19 April 2019, orang yang melaporkan Prabowo bernama Suriyanto SH MH M Kn.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Selain membenarkan, Argo juga mengatakan sementara akan menarik surat pelaporan tersebut dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Argo mengatakan Prabowo merupakan tokoh bangsa yang perlu dihormati.

Sedangkan alasan penarikan surat karena dalam tudingan kasus makar tersebut, nama Prabowo hanya disebutkan oleh tersangka kasus dugaan makar politisi PAN Eggi Sudjana dan Aktivis Lieus Sungkharisma.

Tolak Hasil Pilpres 2019, Prabowo Sebut Pengumuman KPU Dini Hari Janggal : Senyap-Senyap Begitu

Yusril Izha Mahendra dan Tim Hukum TKN Jokowi-Maruf Bakal Lawan Gugatan Prabowo di MK

"Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati. Dari hasil analisis penyidik bahwa belum waktunya diterbitkan SPDP karena nama pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus," ujar Argo saat dikonfirmasi, Selasa (21/5/2019).

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved