Pilpres 2019

Demokrat Sangsi BPN Prabowo-Sandi Punya Data Valid untuk ke MK : Membalikkan 9 Juta Itu Tidak Mudah

Menurut Potisi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, membalikkan 9 juta suara itu sulit, jika 2-3 juta masih mudah.

Demokrat Sangsi BPN Prabowo-Sandi Punya Data Valid untuk ke MK : Membalikkan 9 Juta Itu Tidak Mudah
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar konferensi pers dalam menyikapi hasil Pilpres 2019, di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). 

Demokrat Sangsi BPN Prabowo-Sandi Punya Data Valid untuk ke MK : Membalikkan 9 Juta Itu Tidak Mudah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Politisi Partai Demokrat Andi Mallarangeng meragukan data yang dimiliki oleh Badan Pemenangan Nsional (BPN) Prabowo-Sandi untuk membuktikan kecurangan.

Hal itu dikerenakan, hingga saat ini Demokrat belum melihat data yang dimaksud oleh BPN.

Hal itu disampaikan oleh Andi Mallarangeng pada acara Prime Talk Metro TV.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube metrotvnews, Rabu (22/5/2019), hal itu berawal dari penjelasan Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari soal 9 juta suara yang harus diraih oleh Prabowo-Sandi.

Muhammad Qodari menyebut, dirinya pesimis tim BPN Prabowo-Sandi bisa membuktikan kecurangan dan membalikan suara sebanyak 9 ribu.

"Saya pesimis ini (laporan kecurangan) bisa diterima, bagaimana cara membuktikan 38 ribu TPS, saya ulangi lagi ya, selisihnya itu 17 juta, separonya 9 juta, kemudian dibagi 237 orang per TPS, dapat 38 ribu TPS, bagaimana cara membuktikannya?," kata Muhammad Qodari dalam talk show tersebut.

Apalagi kata Muhammad Qodari, berdasarkan pengalamannya, jika ada TPS yang terbukti curang, maka akan dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Ia pun pesimis pemungutan suara ulang di 38 ribu TPS itu bisa dimenangkan oleh Prabowo-Sandi seluruhnya.

"Saya melihat dari pengalaman yang sudah-sudah, kalau kemudian 38 ribu itu ada nih TPS nya, kemudian dinyatakan curang oleh MK, itu sudara itu tidak langsung lari ke Prabowo, tapi pasti diperintahkan oleh PSU (Pemilihan Suara Ulang), nah ketika PSU tidak mungkin juga semua suara lari ke Prabowo," bebernya.

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved