Kebun Raya Bogor Diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, LIPI Adakan Focus Group Discussion

Kebun Raya Bogor secara historis tumbuh dan berkembang menjadi benteng konservasi plasma nutfah keanekaragaman hayati

Kebun Raya Bogor Diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, LIPI Adakan Focus Group Discussion
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Focus Group Discussion (FGD) Kebun Raya Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Kebun Raya Bogor sebagai langkah lanjutan mengenai pengajuan Kebun Raya Bogor sebagai watisan dunia.

Plt. Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian mengatakan bahwa FGD ini akan berfokus pada dua hal, yaitu sejarah kawasan hutan Samiddha dan keterkaitannya dengan Kebun Raya Bogor serta manajemen konservasi dan pengembangan Kebun Raya Bogor terkait dengan tata ruang kota Bogor.

Selain itu diasakannya FGD ini juga untuk memastikan kesiapan dokumen nominasi untuk dikirim ke UNESCO pada bulan September 2019 serta sosialiasi kepada publik bahwa Kebun Raya Bogor telah tercantum di dalam Tentative List UNESCO World Heritage Site.

"Harapannya agar ada lebih banyak pihak yang dapat memberikan dukungan untuk kesiapan proses nominasi, termasuk juga penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Cagar Budaya Nasional,” jelasnya Kamis (23/5/2019) disela-sela kegiatan FGD.

Kebun Raya Bogor secara historis tumbuh dan berkembang menjadi benteng konservasi plasma nutfah keanekaragaman hayati tumbuhan Indonesia.

Keunggulan berupa kekayaan koleksi tumbuhan yang tak ternilai dan nilai sejarah yang tinggi merupakan faktor pendorong utama diusulkannya Kebun Raya Bogor ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan bahwa inisiasi pengusulan Kebun Raya Bogor menjadi Situs Warisan Dunia dimulai sejak 25 September 2017.

Setelah itu kemudian dimulai penyusunan dokumen tentative list sebagai prasyarat awal nominasi.

“Dokumen tentative list diajukan ke UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 8 Juni 2018, Kebun Raya Bogor kemudian resmi terdaftar di Tentative List UNESCO World Heritage Site pada tanggal 26 April 2018,” katanya.

Enny menjelaskan, ada tiga komponen nilai utama dalam pengajuan Kebun Raya yang kini berusia 202 tahun tersebut.

Diantaranya adalah Kebun Raya Bogor merupakan pusat riset botani tropika dunia yang juga melahirkan lembaga-lembaga penelitian lainnya di Indonesia.

"Kebun Raya Bogor juga menjadi pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum disebarluaskan ke seluruh dunia dan menjadi komoditas perkebunan yang penting hingga saat ini, selain itu, keberadaan Kebun Raya Bogor diduga berasal dari kawasan hutan Samiddha sehingga berpotensi menjadi Kebun Raya tertua di dunia," katanya.

Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved