Liput Aksi 22 Mei, Jurnalis TV Swasta Ini Alami Persekusi, Dihampiri & Diteriaki Massa: Hoaks hoaks!

Tak hanya lewat kata-kata, massa lantas menunjukkan jari tangan dan berusaha merebut kamera.

instagram @intanbedisa
jurnalis, reporter TV swasta ini mengalami persekusi saat liput Aksi 22 Mei, dihampiri dan diteriaki 'hoaks, hoaks' 

Ternyata, baik reporter maupun kameramennya ini adalah sama-sama perempuan.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Instagram sang reporter, @intanbedisa menceritakan detik-detik saat dirinya dipersekusi.

Menurut pengakuan Intan Bedisa, dirinya dipersekusi 22 Mei 2019 sekira pukul 11.20 WIB.

"SAAT RASIONALITAS TERTUTUP GEMA NARASI KEBENCIAN," tulis Intan Bedisa di awal caption.

"22 Mei 2019, 11.20 WIB. Saat kerusuhan di fly over Jatibaru, Jakpus mereda, saya merekam suasana wilayah tersebut bersama juru kamera @mutiarafnoya . Saat tengah meliput tiba-tiba gerombolan massa mendekat sambil berteriak-teriak dan mendorong kami tanpa peduli. Bukan saja tanpa peduli hati, juga tak peduli alat kami, tak peduli konten laporan kami. Bahkan saya yakin mereka tak pernah tahu isi laporan kami, saat irasionalitas itu mendera. Yang paling membuat sedih, mereka tak peduli fakta bahwa kami dan mereka satu ideologi yaitu demokrasi, satu kewarganegaraan, satu kebangsaan. Jelas, ini bukan soal preferensi politik. Logika sederhana pun bisa memahami.

Setelah diteriaki hoaks, rupanya ada beberap pasukan TNI yang berada di lokasi mengamankan kedua jurmnalis tersebut.

Para TNI ini mengeluarkan kedua jurnalis tersebut dari kerumunan massa menuju tempat aman

Namun massa tetp saja meneriakkan kata-kata hoaks.

Setelah suasana mereda, reporter dan juru kamera ini pun kembali menyiarkan reportasenya langsung terkait kondisi di tempat kejadian mereka dipersekusi.

Aksi 22 Mei Berakhir Ricuh, Siapa yang Tanggungjawab ? Ini Jawaban Mahfud MD

Kordinator Aksi 22 Mei Sempat Ancam Keluar Studio Saat Live Rosi, Jumhur Terdiam Dengar Jawaban TKN

Dalam unggahan Instagramnya, Intan Bedisa sang reporter menegaskan buat apa pihak jurnalis seperti dirinya menyebarkan berita kebohongan atau hoaks.

Pasalnya, sebagi seorang jurnalis, ada huklum dan kode etik yang harus dipatuhi dalam menyiarkan sebuah berita.

Halaman
123
Penulis: Uyun
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved