Sang Pengacara Sebut Mustofa Nahrawardaya Berstatus Tersangka dan Kini Ditahan

Dalam cuitannya, Mustofa Nahrawardaya mengatakan bahwa korban yang dipukuli bernama Harun (15).

Sang Pengacara Sebut Mustofa Nahrawardaya Berstatus Tersangka dan Kini Ditahan
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengacara Mustofa Nahrawardaya, Djudju Purwantoro mengatakan, kliennya berstatus tersangka dan kini ditahan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Senin (27/5/2019) dini hari.

Mustofa, Direktur Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelumnya ditangkap pada Minggu (26/5/2019) dini hari, karena diduga melontarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau menyebarkan hoaks melalui Twitter.

"Tadi pagi sekira jam 02.30, Mustofa ditahan Cyber Crime Mabes Polri," tutur Djudju saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Menurut Djudju, kliennya tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sejak penangkapan Mustofa di hari Minggu.

"Ya sejak saat penangkapan di rumahnya kemarin Minggu jam 02.00. Kemudian langsung diperiksa Cyber Crime Mabes statusnya sudah tersangka," ungkapnya.

Sebelumnya, Mustofa Nahrawardaya ditangkap karena twit-nya soal video viral sekelompok anggota Brimob mengeroyok warga di depan Masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019). Menurut keterangan polisi, twit Mustofa tidak sesuai fakta.

Dalam cuitannya, Mustofa Nahrawardaya mengatakan bahwa korban yang dipukuli bernama Harun (15).

Ia menyebutkan bahwa Harun dipukuli hingga meninggal dunia.

Deretan Fakta Penangkapan Relawan IT BPN, Sandiaga Uno Sampai Temui Prabowo di Kertanegara

Namun, informasi mengenai korban berbeda dengan keterangan polisi.

Menurut polisi, pria yang dipukuli dalam video itu adalah Andri Bibir.

Polisi menangkap Mustofa Nahrawardaya karena diduga terlibat sebagai salah satu perusuh dan provokator dalam aksi di depan Bawaslu.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, Mustofa Nahrawardaya dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur Terbukti Rekayasa, Ini Pengakuannya Hingga Polisi Ungkap Motifnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengacara Sebut Mustofa Nahrawardaya Berstatus Tersangka dan Ditahan",
Penulis : Devina Halim
Editor : Krisiandi

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved