Pilpres 2019

Cerita Ayah soal Kematian Harun di Aksi 22 Mei - Nama Diganti Mr X, Peluru Tembus dari Tangan

Cerita Ayah soal Kematian Harus dalam Aksi 22 Mei, Namanya Diganti Mr X - Peluru Tembus dari Tangan sampai Jantung

Alex Suban/Alex Suban
Massa melempar ke arahan polisi di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Mereka melakukan aksi pendukung salah satu pasangan capres yang menolak hasil Pemilu 2019. Warta Kota/Alex Suban 

Cerita Ayah soal Kematian Harus dalam Aksi 22 Mei, Namanya Diganti Mr X - Peluru Tembus dari Tangan sampai Jantung

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ayah dari korban tewas aksi 22 Mei di Jakarta Harun Al Rasyid (15), Didin Wahyudi menceritakan kronologi kematian sang anak.

Didin Wahyudin dan sang istri, Yuni, masih belum dapat menghapus kesedihan akibat tewasnya Harun Al Rasyid.

Didin Wahyudi dan Yuni menceritakan kepergian Harun Al Rasyid hingga menjadi korban tewas dalam aksi 22 Mei saat menjadi narasumber di Tv One pada Senin (27/5/2019).

Yuni bercerita, Harus Al Rasyid menunjukkan gelagat tak biasa sejak Selasa (21/5/2019).

Kala itu, Harun datang ke kantor sang ayah untuk minta diantarkan pulang.

Sesampainya di rumah, Harun lantas pamit pergi bermain layang-layang.

Harun juga meminta uang Rp 5 ribu pada Yuni untuk membeli kertas.

"Biasanya kalau kurang dia minta lagi, tapi ini gak," kata Yuni dikutip dari Youtube TvOneNews.

Harun lantas pergi bermain.

Halaman
1234
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved