Indocement Sudah Investasikan Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara di Bogor

Teknologi tersebut selain akan dimanfaatkan untuk bahan bakar juga membantu pengelolaan sampah.

Indocement Sudah Investasikan Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara di Bogor
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
General Manajer PT Indocement Kompleks Pabrik Citeureup Setia Wijaya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - PT Indocement masih menunggu proyek TPPAS Nambo, Kabupaten Bogor rampung.

Direktur Utama PT Indocement Christian Kartawijaya menerangkan PT Indocement sudah menginvestasikan teknologi canggih untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi bahan bakar pengganti batu bara.

Teknologi tersebut selain akan dimanfaatkan untuk bahan bakar juga membantu pengelolaan sampah.

Indocement akan memanfaatkan sampah rumah tangga dalam bentuk Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif melalui proyek TPPAS Terpadu Regional Lulut-Nambo.

"Teknologi yang diperkenalkan kaya ada karpet gitu ditutup pas dibuka baunya hilang. Diproses dimana plastiknya bisa dipakai. Organik itu bisa jadi kompos. Sisanya bisa dipakai untuk bahan bakar, jadi Indocement akan ambil masukin ke pabrik semen gantiin batu bara," katanya di sela acara buka bersama bersama wartawan pada Selasa (28/5/2019).

Pengolahan akan menggunakan Menchanical Biologicalwaster Treatment (MBT).

Dengan teknologi tersebut akan menghasilkan 500 ton RDF per hari yang akan dimanfaatkan Indocement sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara dalam proaes produksi semen.

"Kalau sukses jadi pionir menyelesaikan bukan hanya masalah sampah di Jawa Barat. Teknologi ini banyak dipakai di Eropa," katanya.

Indocement telah menyepakati kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018 untuk memanfaatkan hasil pengolahan sampah dari TPPAS Nambo.

Menurutnya proyek tersebut sudah disetujui oleg Gubernur Jawa Barat.

"Pak Gub sudah menandatangi dengan investor mereka sudah biding sudah ada pemenangnya," ujarnya.

Christian Kartawijaya menerangkan PT Indocement sudah menginvestasikan sebesar Rp 150 miliar.

"Indocement sudah invest bikin jalan masuknya. Jalan tembus jalan tembus Gunungputri supaya nyampe ke Nambo. Dari nmabo dibawa ke Indoncement. Keluar dana Rp 150 miliar. Indocement juga sudah persiapkan di pabriknya sudah ada supaya bisa ngambil sampahnya. Investasinya 10 juta dollar," kata Setia Wijaya.

Kini PT Indocement masih menunggu proses yang tengah berjalan.

"Bagi Indocement menunggu kapan selesai proyeknya. Indocement tidak bisa ambil alih karena ada prosesnya. Saya yakin Pemda juga pengen banget proyek ini," tutup Christian Kartawijaya.

Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved