Pilpres 2019

Faizal Assegaf Beberkan Analisa Soal Siapa Dalang Dibalik Aksi 22 Mei, Andre Rosiade Sampai Emosi

Faizal Assegaf Sebut Akal Sehat Publik soal Dalang 22 Mei Mengarah ke Prabowo, Andre Rosiade Emosi Tantang Polisi

Faizal Assegaf Beberkan Analisa Soal Siapa Dalang Dibalik Aksi 22 Mei, Andre Rosiade Sampai Emosi
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Pengamanan jelang aksi 22 Mei 2019 di Jakarta 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Progres 98, Faizal Assegaf memberikan analisa perihal dalang kerusuhan 22 Mei 2019.

Ia berpendapat opini publik soal dalang kerusuhan 22 Mei adalah mengarah ke Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Faizal Assegaf merajut korelasi mulai dari pidato terakhir Prabowo Subianto sampai pada dua kelompok berbeda yang disebut-sebut mendompleng kerusuhan 22 Mei

Soal anggapan Faizal Assegaf ini, Andre Rosiade menjadi emosi meski masih bicara di saluran telepon

Faizal Assegaf dan Andre Rosiade membahas soal dalang kerusuhan 22 Mei saat menjadi narasumber di Kompas TV

Menurut Faizal Assegaf, kerusuhan yang terjadi pada 21 Mei dan 22 Mei merupakan pucak dari provokasi yang dilakukan tim BPN dan Prabowo Subianto dari Pemilu 2019

"ini puncak dari rangkaian provokasi fitnah Pemilu curang yang dilakukan jauh dari Pemilu itu digelar, akumulasi itu kita temukan dalam ledakan kerusuhan 21 dan 22 Mei,

saya mau mengatakan peristiwa ini tidak berdiri sendiri karena rangkaian akumulasi dari propaganda dari isu yang dimainkan kelompok tertentu kemudian ditunggangi," kata Faizal Assegaf dikutip dari Kompas TV

Lisensi Pilot yang Pernah Bawa Terbang Limbad Dicabut, Ini Pelanggarannya

Menurut Faizal Assegaf, meski polisi menyebut ada dua kelompok berbeda pada aksi 22 Mei, namun keduanya tetap memiliki benang merah yang sama

Kondisi unjuk rasa massa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, per pukul 21.00 WIB. Gambar diambil dari JPO Sarinah, Rabu (22/5/2019). Polisi memukul mundur massa menggunakan suar (flare) dan gas air mata.(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN)
Kondisi unjuk rasa massa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, per pukul 21.00 WIB. Gambar diambil dari JPO Sarinah, Rabu (22/5/2019). Polisi memukul mundur massa menggunakan suar (flare) dan gas air mata.(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN) (Kompas.com)

" kalau kita amati pernyataan polisi disana ada kelompok perusuh dan kelompok yang menuntut demo secara damai, tetapi keduanya punya benang merah yang sama,

Halaman
1234
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved